Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Bupati Ipuk Lantik 52 Pejabat di Pasar Rogojampi, Tiga Kepala Dinas Resmi Berganti

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 52 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Senin (18/5/2026). Pelantikan yang digelar di area Pasar Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, itu menjadi simbol penguatan birokrasi yang lebih dekat dengan masyarakat dan pelayanan publik.

Dari puluhan pejabat yang dilantik, rotasi tiga kepala dinas menjadi perhatian utama. Alfian resmi dipercaya menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setelah sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan. Sementara Dwi Handayani dipindah tugas menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga usai sebelumnya memimpin Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

BACA JUGA : APBD Banyuwangi 2027 Hadapi Tantangan Fiskal, Bupati Ipuk Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi Pembangunan

Selain itu, Nanin Oktaviantie dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD). Sebelum rotasi tersebut, Nanin menjabat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi.

Tak hanya pejabat eselon tinggi, sejumlah camat juga ikut dilantik dalam perombakan birokrasi tersebut. Di antaranya Abdur Rachman sebagai Camat Giri, Ahmad Subhan sebagai Camat Srono, Satrio sebagai Camat Songgon, Bambang Suryono sebagai Camat Gambiran, Sudharto Setyo sebagai Camat Purwoharjo, serta Khoirul Hidayat sebagai Camat Genteng.

Dalam arahannya, Ipuk menegaskan rotasi dan mutasi jabatan bukan sekadar pergantian posisi administratif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Pejabat tidak boleh hanya bekerja di balik meja. Harus rutin turun ke lapangan, memahami langsung persoalan warga, dan memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegas Ipuk.

Menurut Ipuk, seluruh pejabat yang baru dilantik harus mampu membangun budaya kerja yang kolaboratif, inovatif, disiplin, dan berorientasi pada hasil nyata di tengah masyarakat.

Khusus kepada Kepala Dispora yang baru, Ipuk meminta adanya langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi generasi muda Banyuwangi. Ia menilai pemuda harus diberi ruang kreatif yang sehat dan produktif, agar mampu menjadi generasi yang mandiri dan berdaya saing.

“Peran pemuda dan perempuan harus terus diperkuat. Pemerintah harus hadir menyediakan ruang kreatif positif, agar lahir generasi unggul Banyuwangi,” ujarnya.

Ipuk juga memberikan penekanan khusus kepada para camat, sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat kecamatan. Menurutnya, camat harus menjadi figur yang responsif, cepat hadir di tengah masyarakat, dan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan warga.

“Camat bukan sekadar administrator di kantor. Harus dekat dengan masyarakat, tanggap terhadap persoalan, dan menjadi pusat solusi tercepat di wilayahnya,” kata Ipuk.

Pelantikan di ruang terbuka Pasar Rogojampi tersebut sekaligus menjadi pesan simbolik bahwa birokrasi Banyuwangi diarahkan lebih membumi, adaptif, dan hadir langsung di tengah denyut aktivitas masyarakat. Dengan rotasi ini, Pemkab Banyuwangi berharap percepatan pelayanan publik dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif serta tepat sasaran. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Ratusan Dadak Merak Meriahkan Acara PO.NARENDRA Wujud Kecintaan Untuk Reyog Ponorogo
Next Article
Tanah Caton Desa Astapah Bermasalah,Potensi Penyalahgunaan Aset Desa, pembayaran pajak Dipertanyakan.

Related to this topic:

Be the first to write a comment.