BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Kebakaran hebat melanda sebuah warung semi permanen bernama Kopi Asem di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, Jumat dini hari (19/6/2026). Bangunan warung berukuran sekitar 9 x 7 meter itu ludes dilalap si jago merah. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.
Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi bergerak cepat setelah menerima laporan warga pada pukul 01.35 WIB. Hanya berselang empat menit, petugas langsung berangkat menuju lokasi kejadian.
BACA JUGA :
Aksi Heroik Damkarmat Banyuwangi: Selamatkan Balita Terperosok di Sumur Sedalam 18 Meter
Sesampainya di lokasi, kobaran api diketahui sudah membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan. Petugas dari Regu Brama 1, segera melakukan penanganan cepat untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Tim melakukan observasi dari jarak aman sebelum melakukan pemadaman menggunakan suplai air dari mobil pemadam. Selanjutnya personel menggelar dua selang berukuran 1,5 inci dengan dua nozzle untuk menyerang titik api utama,” ujar salah satu petugas Damkarmat Banyuwangi.
Proses pemadaman difokuskan pada sisi barat dan selatan bangunan guna memutus penyebaran api. Setelah itu, petugas menyasar pusat kobaran di bagian tengah bangunan yang diduga menjadi sumber awal kebakaran.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 02.02 WIB. Meski demikian, petugas masih melakukan proses pendinginan hingga pukul 03.03 WIB guna memastikan tidak ada bara api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, saksi pertama bernama Riyan Maulana (25) mengaku awalnya mendengar suara ledakan keras dari arah warung.
“Saya kaget dengar suara ledakan cukup keras dari arah warung. Saat saya keluar rumah dan mendekat, api sudah besar dan warga mulai berdatangan untuk membantu memadamkan dengan alat seadanya,” tutur Riyan.
Karena khawatir api semakin membesar dan merembet ke bangunan sekitar, warga segera berinisiatif meminta bantuan petugas pemadam. Seorang warga bernama Feri (60), kemudian menghubungi Call Center Damkarmat Banyuwangi.
“Saya lihat apinya cepat sekali membesar. Karena takut menjalar ke rumah warga lain, saya langsung telepon Damkarmat untuk meminta bantuan,” ungkap Feri.
Hasil investigasi awal menunjukkan, titik api diduga berasal dari instalasi listrik di bagian tengah bangunan. Material bangunan yang didominasi kayu, triplek, dan asbes membuat api dengan cepat membesar.
Situasi semakin memburuk ketika kobaran api mengenai tabung LPG 3 kilogram, memicu letupan keras yang mempercepat penyebaran api ke seluruh bagian warung.
Beruntung, insiden kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Pemilik warung, Ita Wahyuni (31), diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp10 juta. Sejumlah barang berharga ikut terbakar, di antaranya televisi, kulkas, rice cooker, kipas angin, blender, lemari, setrika, kursi, serta perlengkapan warung lainnya.
Dalam operasi penanganan ini, Damkarmat Banyuwangi menerjunkan 8 personel, dibantu dua unit mobil pemadam yakni Ayaxx 03 dan Fire Dome 05, serta dukungan unsur Polri, Redkar, dan warga sekitar.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat, untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna mencegah potensi kebakaran akibat arus pendek listrik. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Perkim kota Pasuruan sosialisasikan DED Paket Pekerjaan infrastruktur Permukiman 2026