Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Proyek Pelebaran Jalan Maospati–Magetan Disorot informasi keterbukaan publik tidak jelas( Papan Proyek Tidak Terpasang)

Madiun | bratapos.com – Proyek pelebaran jalan Maospati–Magetan yang dikerjakan oleh PT Borneo Jaya Sakti menuai sorotan publik. Proyek dengan nilai kurang lebih Rp32 miliar tersebut dilaporkan tidak memasang papan informasi proyek di lokasi pekerjaan, sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

 

BACA JUGA : Peringati 10 Muharram 1448 Hijriah, Bupati Ipuk Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Selain itu, sejumlah warga dan pengamat proyek mengeluhkan kualitas material yang digunakan. Mereka menduga batu belah yang digunakan tidak sesuai spesifikasi (grit), dan campuran semen terlalu encer sehingga dikhawatirkan berdampak pada kekuatan konstruksi jalan dalam jangka panjang.

 

“Tidak ada papan proyeknya, jadi masyarakat tidak tahu siapa pelaksananya, berapa anggarannya, dan kapan target selesainya. Bahan materialnya juga kami nilai kurang maksimal,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Proyek ini dikabarkan memiliki durasi pelaksanaan selama delapan bulan untuk pengerjaan jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Warga menilai waktu tersebut terbilang lama untuk jarak yang relatif pendek.

 

PT Borneo Jaya Sakti disebut-sebut dimiliki oleh seorang pengusaha bernama Sutikno, yang diduga masih memiliki hubungan keluarga dengan Wakil Bupati Nganjuk. 

 

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak perusahaan maupun pejabat terkait mengenai kepemilikan perusahaan maupun dugaan keterkaitannya dengan tokoh politik di Nganjuk.

 

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) provinsi Jawa Timur wilayah karesidenan Madiun raya Kasi pembangunan Nurzia, saat di konfirmasi mengucapkan terima kasih atas kritik dan saran sehingga kontrol sosial saling berjalan dan melengakapi sehingga segara akan menindak lanjuti aduan masyarakat ini.

Selain itu kurangya penataan lalu lintas mengakibatkan terjadinya macet di sekitar proyek yang ada.

 

Masyarakat berharap pihak berwenang melakukan pengawasan lebih ketat terhadap proyek-proyek strategis agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan dan bermanfaat maksimal bagi warga. warno

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Wabup Bojonegoro Tegaskan, Penghentian Operasional PT Sata Tec Indonesia
Next Article
Kontroversi Perekrutan Pokja Awak Media di Lapas Kelas IIA Sidoarjo: Antara Efisiensi dan Keadilan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.