BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Pesan tegas tentang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi sorotan utama dalam Malam Tasyakuran HUT ke-48 Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) PC-1325 Banyuwangi.
Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa menjaga NKRI bukan hanya tugas TNI dan Polri, melainkan tanggung jawab seluruh anak bangsa.
BACA JUGA :
Jelang Meras Kuntulan 2026, Kertosari Banyuwangi Matangkan Festival Kebangkitan Seni Tradisi
“NKRI harus kita jaga bersama. Sampai kapan pun, selama negara ini masih berdiri. Bahkan sampai akhir zaman,” tegas Dandim, saat menyampaikan pesan kebangsaan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Outdoor Join Selangkung Makodim 0825/Banyuwangi, Sabtu (12/9/2026) malam.
Mengusung tema “Bhakti Kami Abadi untuk Ibu Pertiwi”, peringatan HUT ke-48 GM FKPPI Banyuwangi tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen organisasi dalam menjaga persatuan, merawat kebhinnekaan, dan menanamkan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.
Sebagai pembina GM FKPPI dari unsur TNI AD, Letkol Arm Tryadi mengajak seluruh kader menjadikan wawasan kebangsaan bukan sekadar materi seremonial, tetapi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Mari kita terus gaungkan kecintaan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui semangat wawasan kebangsaan,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun dari keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, serta berbagai latar belakang masyarakat. Perbedaan harus ditempatkan sebagai kekuatan untuk memperkokoh persatuan, bukan menjadi sumber perpecahan.
Karena itu, Dandim mengingatkan pentingnya memegang teguh empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
“Empat pilar inilah yang menjadi landasan kita dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.
Dandim juga menyoroti makna tema HUT ke-48 GM FKPPI, “Bhakti Kami Abadi untuk Ibu Pertiwi”. Menurutnya, kata abadi mengandung pesan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara harus berlangsung lintas generasi.
“Bakti kita kepada bangsa dan negara harus terus dilakukan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi GM FKPPI agar keberadaan organisasi tidak hanya terlihat dalam kegiatan internal, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Dandim mendorong slogan GM FKPPI Solid, Kuat, Militan diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam menjaga persatuan dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Saya berharap semangat persatuan ini tidak hanya berhenti di dalam ruangan ini. Mari kita tularkan wawasan kebangsaan kepada masyarakat,” pesannya.
Lebih jauh, Letkol Arm Tryadi mengajak seluruh kader GM FKPPI dan elemen masyarakat untuk tidak mempertajam perbedaan. Sebaliknya, setiap persoalan sosial harus disikapi dengan membangun komunikasi dan mencari titik temu.
“Kalau di Banyuwangi masih ada saudara-saudara kita yang merasa berbeda atau berada di luar kebersamaan, jangan kita jauhi. Kita rangkul, kita ajak bersama, dan kita cari persamaan yang dapat menyatukan kita,” tuturnya.
Ia juga mengajak para tokoh masyarakat dan seluruh elemen daerah, memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan kondusivitas Banyuwangi. Menurutnya, persatuan antar elemen masyarakat menjadi modal penting agar pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menutup pesan kebangsaannya, Dandim 0825/Banyuwangi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi yang memasuki usia ke-48.
“Saya, selaku Komandan Kodim 0825/Banyuwangi sekaligus pembina GM FKPPI, mengucapkan Dirgahayu ke-48 GM FKPPI. Semoga semakin solid, semakin kuat, semakin militan, dan semakin memberikan pengabdian terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Bhakti kami abadi untuk Ibu Pertiwi,” ucap Letkol Arm Tryadi.
Malam Tasyakuran HUT ke-48 GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi tidak sekadar menjadi seremoni organisasi. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa semangat “Bhakti Kami Abadi untuk Ibu Pertiwi” harus diterjemahkan melalui pengabdian nyata, menjaga persatuan, merawat kebhinnekaan, dan mempertahankan keutuhan NKRI. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Meningkatkan Kualitas Pendidikan Hukum, Universitas Trunojoyo Madura Jalin Kerjasama Dengan YLBH Fajar Trilaksana
Next Article
PENGURUS KOTASI SENGGIGI GELAR RAPAT KOORDINASI, BAHAS WACANA PEMBELIAN LAHAN DAN BANGUNAN SEBAGAI ASSET TETAP KOPERASI