Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Lapas Banyuwangi Tingkatkan Pembinaan Keagamaan Lewat Sholat Dhuha dan Doa Bersama

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus memperkuat program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan bagi warga binaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Sholat Dhuha berjemaah, Sholat Hajat, dan doa bersama yang digelar di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat itu, diikuti oleh jajaran petugas pemasyarakatan dan ratusan warga binaan. Selain menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, agenda tersebut juga menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan, kelancaran tugas, serta terciptanya suasana yang aman dan kondusif di lingkungan Lapas Banyuwangi.

BACA JUGA : Warga Binaan Lapas Banyuwangi Terlibat Bedah Rumah, Wujud Nyata Pembinaan dan Kepedulian Sosial

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Solichin, hadir langsung dan bergabung bersama petugas serta warga binaan dalam satu saf sholat. Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kekuatan moral, menjaga stabilitas lingkungan pemasyarakatan, serta mempererat kebersamaan di dalam lapas.

“Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual yang kami lakukan bersama. Kami memohon perlindungan dan keselamatan bagi seluruh insan pemasyarakatan, sekaligus berharap agar pelaksanaan tugas dan pembinaan di Lapas Banyuwangi senantiasa berjalan lancar,” ujar Solichin.

Ia menegaskan, bahwa pendekatan religius menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung program pembinaan warga binaan. Melalui kegiatan ibadah yang dilakukan secara rutin, diharapkan tumbuh kesadaran, kedisiplinan, dan penguatan karakter sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Selain itu, doa bersama yang dipanjatkan juga ditujukan agar seluruh petugas dan warga binaan diberikan kesehatan, keselamatan, serta dijauhkan dari berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat proses pembinaan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap warga binaan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keteguhan hati dalam menjalani masa pidananya. Yang tidak kalah penting, mereka mampu mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik sehingga saat kembali ke tengah masyarakat dapat menjadi pribadi yang lebih positif, produktif, dan bermanfaat,” tambahnya.

Suasana religius dan penuh kekhusyukan tampak menyelimuti jalannya kegiatan. Ratusan warga binaan terlihat larut dalam doa yang dipanjatkan bersama, mencerminkan semangat pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual.

Sebagai bagian dari komitmen pembinaan kepribadian, Lapas Banyuwangi berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang semakin humanis, harmonis, dan mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan setelah menyelesaikan masa hukumannya. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Dakwaan KPK: Maidi Disebut Perintahkan Pengumpulan Dana CSR dan Fee Proyek
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.