Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Anak Tukang Kayu Raih Gelar Cumlaude, Minul Anggraeni Buktikan Mimpi Tak Ditentukan Keadaan

PONOROGO II bratapos.com - Perjuangan meraih pendidikan tinggi bukanlah perjalanan yang mudah bagi setiap orang. Hal itu dibuktikan oleh Minul Anggraeni, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo yang berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu dalam empat tahun dengan predikat cumlaude.

Di balik keberhasilannya, tersimpan kisah perjuangan seorang anak pertama yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi keluarga. Kondisi tersebut sempat membuatnya ragu untuk melanjutkan pendidikan. Namun, tekad untuk menjadi sarjana pertama di keluarganya mengalahkan segala keraguan.

BACA JUGA : Harumkan Nama Daerah, Model Cilik Banyuwangi Jeje Tampil Memukau di Indonesia Fashion Week 2026

Kesempatan memperoleh beasiswa selama empat tahun menjadi titik balik yang mengantarkannya hingga menyelesaikan pendidikan tanpa membebani orang tua. Baginya, kesempatan tersebut merupakan amanah yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Tak hanya fokus pada perkuliahan, Minul aktif mengembangkan diri di berbagai bidang. Sejak 2024, ia menekuni profesi sebagai jurnalis sekaligus membangun usaha Oppacoin. Di sela aktivitasnya, ia juga mengajar les secara gratis bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Semasa kuliah, Minul aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI), Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, serta UKM Pengembangan Keilmuan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Ia juga beberapa kali mengikuti olimpiade tingkat nasional di bidang bahasa dan sejarah sebagai upaya mengasah kemampuan akademiknya.

Menurutnya, keberhasilan bukan hanya diukur dari nilai yang diperoleh, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.

"Arti hidup bagi saya adalah menjadi pribadi yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain," ujarnya. Kamis, (29/07/2026).

Minul juga memiliki keyakinan yang terus dipegang selama menjalani masa kuliah. Ia percaya bahwa keterbatasan ekonomi tidak pernah membatasi seseorang untuk memiliki mimpi.

"Banyak yang menganggap orang miskin tidak boleh bermimpi. Saya tidak percaya itu. Saya bebas bermimpi, dan keputusan untuk mewujudkan mimpi itu ada di tangan saya sendiri," katanya.

Kini, gelar sarjana yang diraihnya bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah mampu mengalahkan keterbatasan. Ia berharap kisahnya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda agar tidak takut bermimpi dan terus berjuang meraih pendidikan setinggi mungkin.(Jaya).

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Babinsa Desa Bulu Lor Berperan Ganda Sebagai Pembina Desa Juga Sebagai Penggerak Pembangunan Baik Fisik Maupun non Fisik Pada Program TMMD
Next Article
MIO Indonesia Tegaskan Tidak Akan Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris Hutapea

Related to this topic:

Be the first to write a comment.