Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Gedung Sentra Batik Klampar Terbengkalai Begitu Saja

Pamekasan || Bratapos.com -  Sentra Batik yang terletak di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, peresmiannya sudah lebih dari 3 tahun lalu yg diresmikan pada 14 Februari 2022. Namun, hingga saat ini masih terbengkalai tidak ada aktivitas apa pun di dalamnya yg terkait dengan fungsi gedung, namun akhir-akhir ini salah satu gedung ditempati kegiatan Pemerintahan Desa.

Di saat peresmian tiga tahun lalu, Baddrut Tamam selaku Bupati Pamekasan mengatakan bahwa sentra batik ini diserahkelolakan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Klampar, Kecamatan Proppo, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

BACA JUGA : Delapan Fraksi Sampaikan Catatan P-APBD 2026, DPRD Kota Madiun Segera Dalami Bersama OPD

"Sentra Batik yang pembangunannya di mulai pada tahun 2017, kerja samanya antara pihak kabupaten dengan desa dan BUMDes. Pembangunannya tuntas tahun 2022. Badrut Tamam selaku Bupati Pamekasan pada waktu itu berharap tempat ini selain kegiatan bagi pembatik juga untuk mempromosikan dan menjual batik," ucapnya.

Kenyataannya hingga sampai saat ini memasuki tahun 2025 belum ada respon dan kejelasan dari Pemerintah dan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh pemerintah daerah pada waktu itu. Tak satupun kegiatan yang menyangkut dengan kegiatan pembuatan atau penjualan batik di gedung Sentra Batik Klampar tersebut.

Bupati LSM Lira Jr Drs. Zainudin pernah mendatangi Kantor Disperindag dan menemui salah satu staf di ruangannya menanyakan hal keberadaan gedung sentra batik itu.

Namun staf Disperindag itu menyampaikan tentang sekelumit terkait pembangunan gedung dan peruntukannya dan beliaunya juga menyampaikan bahwa telah di pertanyakan oleh anggota Dewan terkait dengan gedung batik yang terbengkalai dan salah satu staf itu siap untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait imbuhnya kepada Bupati LSM Lira Jr. 

Pantauan Bratapos beberapa hari yang lalu dan menemui Zainudin selaku Bupati LSM Lira Jr dan juga warga asli Desa Klampar setelah dimintai keterangan oleh Bratapos menyampaikan kekecewaan dan kekesalannya terhadap Pemerintah, karena pembangunan itu mengha biskan anggaran yang tidak sedikit dan sampai saat ini terbengkalai dan dibiarkan begitu saja pungkasnya.

Harapan dari Bupati LSM Lira DPD Pamekasan kepada Bratapos menyampaikan paling tidak Pemerintah Pusat maupun Daerah agar pengelolaan Sentra Batik Klampar sesuai dengan perencanaan awal mula dibangun, dan masalah ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada Desa atau BUMDes pun juga Harus ada kerjasama antara pemerintah daerah, juga perlu menggandeng pihak swasta.

Bahkan penilaian kebanyakan orang merasa Sentra Batik Klampar ini mubazir dan kurang berfungsi bahkan sama sekali tidak sesuai dengan nama Sentra Batik yang tertera di depan gedung itu. Bahkan kebanyakan perajin batik dengan keberadaan gedung batik tersebut dirasa tidak memberikan dampak yang positif terhadap kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi terhadap masyarakat Desa Klampar pada umumnya," ungkapnya, kamis (30/1/2025).

Pewarta: Anik

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Polres Madiun Kota, Serahkan Barang Bukti Sepeda Motor Hasil Curanmor kepada Korban
Next Article
Ketua PMII Buru, Harusnya Sebagai DPRD Lihat Kesejahteraan Masyarakatnya Bukan Suruh Tutup Gunung Botak

Related to this topic:

Be the first to write a comment.