Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

LP-KPK Komcab Melawi Keluarkan Peringatan Keras dan Himbauan Waspada Bencana: "Jangan Bakar Lahan, Jangan Matikan Penghidupan Rakyat!"

Melawi | bratapos.com - Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menghantam Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, dengan dampak yang sangat menghancurkan. Kali ini, amukan si jago merah melahap habis ± 2 hektar lahan perkebunan karet produktif yang menjadi satu-satunya sumber penghidupan utama bagi warga Dusun Sungai Putih, Desa Tanjung Tengang, Kecamatan Nanga Pinoh.

 

BACA JUGA : 240 Warga Pasarkemis Resmi Dikukuhkan Jadi Kader Gerindra

​Kejadian ini bukan sekadar statistik kebakaran hutan, melainkan tragedi kemanusiaan yang mematikan denyut ekonomi masyarakat kecil. Kebun karet yang menjadi tumpuan hidup sehari-hari kini telah rata dengan tanah, menyisakan abu dan keputusasaan bagi para pemiliknya.

 

​Menyikapi situasi kritis ini, Dewan Eksekutif Pengurus Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Komisi Cabang (Komcab) Kabupaten Melawi mengeluarkan pernyataan sikap yang tegas.

 

​Peringatan Keras dan Himbauan Waspada:

​Ketua LP-KPK Komcab Melawi, Bagus Setha, S.T., melalui rilis resminya, menyampaikan himbauan keras kepada seluruh elemen masyarakat dan pihak terkait.

 

​"Kami dari LP-KPK Komcab Melawi menegaskan, waspada dan berhati-hati bukan lagi sekadar himbauan, tapi instruksi mendesak. Stop total segala bentuk pembukaan lahan dengan cara membakar. Cuaca ekstrem saat ini membuat api tak terkendali dan dampaknya sangat luas. Jangan karena kelalaian sesaat, kita mematikan penghidupan saudara-saudara kita sendiri. Ini adalah peringatan keras: Jangan Bakar Lahan!" ujar Bagus Setha dengan nada tinggi.

 

​Tuntutan Konkret kepada Pemerintah:

​LP-KPK Komcab Melawi mengecam keras kelambanan penanganan dan kurangnya langkah antisipasi yang komprehensif dari pemerintah. Bencana karhutla di Melawi adalah kejadian berulang yang seharusnya sudah memiliki sistem pencegahan dan penanggulangan yang permanen.

 

​Atas nama kemanusiaan dan keadilan, LP-KPK Komcab Melawi secara resmi menuntut:

​Perhatian Serius dan Tanggap Darurat: Mendesak Pemerintah Kabupaten Melawi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan Pemerintah Pusat untuk segera menetapkan status tanggap darurat khusus untuk wilayah terdampak di Nanga Pinoh dan sekitarnya.

 

​Bantuan Sosial dan Ekonomi Langsung: Pemerintah wajib hadir memberikan bantuan sosial tunai dan sembako segera untuk menyambung hidup warga yang kehilangan penghasilan. Bantuan ini harus sampai ke tangan yang berhak tanpa birokrasi berbelit.

 

​Program Pemulihan Ekonomi Jangka Panjang: Pemerintah harus menyiapkan skema pemulihan ekonomi warga, termasuk program replanting (penanaman kembali) bibit karet unggul dan pendampingan teknis hingga kebun tersebut produktif kembali.

 

​Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Aparat penegak hukum diminta untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran. Jika ada unsur kesengajaan atau kelalaian korporasi maupun individu, proses hukum harus ditegakkan seadil-adilnya.

 

​"Warga Dusun Sungai Putih sudah cukup menderita. Mereka tidak butuh janji, mereka butuh aksi nyata dan kepedulian negara sekarang juga. LP-KPK akan terus mengawal kasus ini sampai hak-hak masyarakat terpenuhi dan keadilan ditegakkan," Ketua  LP-KPK Komcab Melawi, Bagus Setha, S.T., menambahkan.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Curi Motor Karyawan Toko Emas di Caruban, Pria Asal Agam Ditangkap Jatanras Polres Madiun
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.