Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Dorong Pengembangan Pariwisata, Kemenpar Matangkan Skema Penerbangan Tiongkok–Banyuwangi

BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com – Seiring program konektivitas pariwisata 3B (Banyuwangi–Bali Barat–Bali Utara), Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong perkembangan pariwisata internasional di Banyuwangi. Salah satunya dengan rencana membuka rute penerbangan Banyuwangi–Tiongkok bagi pelancong asal negara Tirai Bambu.

Paket wisata 3B merupakan salah satu upaya Kemenpar untuk melakukan redistribusi wisatawan yang banyak terpusat di Bali Selatan, agar menyebar ke Bali Barat dan Bali Utara dengan Banyuwangi sebagai pintu masuknya. 

BACA JUGA : Polresta Banyuwangi Sosialisasikan UU Nomor 14 Tahun 2025 tentang Haji dan Umrah, Perkuat Pengawasan PPIU dan PIHK

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Kemenpar terus melengkapi infrastruktur, termasuk kemudahan akses transportasi.

Tim Kementerian Pariwisata telah bertemu Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah, untuk mematangkan skema pembukaan rute penerbangan Banyuwangi–Tiongkok, pada Jumat (25/10/2024). Turut hadir perwakilan PT Tjendana Mandra Sakti (TMS), perusahaan penyedia layanan penerbangan.

Plt. Bupati Sugirah menyatakan siap mendukung rencana pembukaan jalur penerbangan tersebut. Menurutnya, ini akan berdampak besar bagi perekonomian daerah, dan perkembangan pariwisata di Banyuwangi.

“Ini akan membawa manfaat besar bagi daerah. Tentunya kedatangan wisatawan manca negara akan membawa manfaat ekonomi. Ini juga sangat memungkinkan, mengingat di Banyuwangi telah ada Kantor Imigrasi yang bakal memudahkan urusan keimigrasian,” kata Sugirah, pada Selasa (29/10/2024).

Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Dwi Marhen Yono, membeberkan untuk rute penerbangan Tiongkok–Banyuwangi direncanakan akan menggunakan pesawat charter flight (penerbangan carter). 

“Kami merasa optimis, rute ini akan diminati wisatawan Tiongkok, apalagi sudah banyak turis Tiongkok dan Taiwan ke Bali. Dengan konsep 3B ini, harapan kami akan menambah nilai wisata nasional. Jadi mereka bisa ke Banyuwangi dan Bali,” ungkap Marhen.

Lebih lanjut Marhen menambahkan, pihaknya akan berupaya agar penerbangan ini bisa segera terwujud dalam waktu dekat. Dia optimistis, paket wisata ini bakal menjadi magnet yang menarik bagi wisatawan mancanegara, salah satunya China dan Taiwan.

“Ini peluang besar. Saya yakin ini akan menarik bagi wisatawan mancanegara, karena Kawah Ijen masuk dalam top of mind wisatawan China," ujarnya.

Sementara perwakilan PT Tjendana Mandra Sakti, Arifin, menyebut perusahaannya biasa melayani rata-rata 360.000 wisatawan per tahun dari China dan Taiwan menuju Bali sebelum pandemi. Melihat potensi Banyuwangi, Arifin mentargetkan bisa mengalihkan sekitar 20.000 wisatawan untuk mendarat di Banyuwangi.

"Selain rute Tiongkok–Banyuwangi, kita juga merencanakan membuka rute Taiwan–Banyuwangi langsung. Tinggal kita cocokkan slotnya dan sesegera mungkin ini terealisasi,” kata Arifin. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pelantikan Pengurus Cabang 1316 KB FKPPI, Kabupaten Sidoarjo Berjalan Dengan Lancar
Next Article
Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo S.I.K Cek Situasi Keamanan dan Kesehatan Tahanan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.