Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Dari Jagongan Petani hingga BEC 2026, Zulkifli Hasan Tunjukkan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan di Banyuwangi

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (18/7/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat sektor pertanian, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

Mengawali agenda di Banyuwangi, Zulkifli Hasan menghadiri kegiatan "Jagongan Petani Guyup Rukun" di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi. Acara tersebut diikuti sekitar 500 petani yang tergabung dalam Induk HIPPA Tirto Gembleng Mulyo bersama sejumlah kelompok tani dari berbagai wilayah di Banyuwangi.

BACA JUGA : DPRD Kabupaten Purwakarta Gelar Sidang Paripurna- Memperingati Hari Jadi-Bahas Jati Diri Daerah

Dalam kegiatan itu, Zulhas didampingi Tenaga Ahli Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, M.M., yang turut memberikan dukungan terhadap berbagai program strategis guna meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Di hadapan ratusan petani, Zulhas menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Karena itu, pemerintah terus berkomitmen menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani.

"Kalau petani sejahtera, pangan kita kuat. Tugas pemerintah adalah memastikan petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk, irigasi terus diperbaiki, benih tersedia, dan hasil panen memiliki harga yang menguntungkan. Dengan begitu, cita-cita swasembada pangan bisa kita capai bersama," tegas Zulhas.

Ia menambahkan, keberhasilan swasembada pangan hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga pelaku usaha.

"Kita harus bergotong royong. Pemerintah menyiapkan regulasi dan dukungan anggaran, pemerintah daerah memperkuat pendampingan, sementara petani terus meningkatkan produktivitas. Kalau semua bergerak bersama, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga menjadi lumbung pangan dunia," ujarnya.

Usai berdialog dengan para petani, Zulhas melanjutkan agenda dengan menghadiri jamuan makan siang sekaligus temu kader Partai Amanat Nasional (PAN) di kediaman Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, M.M. Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 300 kader PAN dari berbagai kecamatan di Banyuwangi dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh kekeluargaan.

Kegiatan itu menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus mempererat komunikasi antara pimpinan pusat dan kader di daerah. Dalam arahannya, Zulhas mengapresiasi soliditas kader PAN Banyuwangi yang dinilai terus menjaga kekompakan dan aktif mengawal program-program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat.

"PAN harus hadir di tengah rakyat, mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, lalu memperjuangkannya dengan kerja nyata. Kader PAN jangan hanya aktif menjelang pemilu, tetapi harus selalu hadir membantu masyarakat dalam setiap kesempatan," kata Zulhas.

Ia menegaskan bahwa kekuatan PAN tidak hanya diukur dari perolehan suara, tetapi juga dari kedekatan kader dengan masyarakat serta konsistensi dalam memberikan manfaat bagi rakyat.

"Kalau kader kompak, terus turun ke bawah, melayani masyarakat dengan ikhlas, insyaallah PAN akan semakin besar dan semakin dipercaya rakyat. Politik bukan sekadar soal kekuasaan, tetapi bagaimana menghadirkan solusi dan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Zulhas juga mengajak seluruh kader untuk menjaga soliditas partai serta mendukung program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan, pemberdayaan petani, dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Menutup rangkaian kunjungannya di Banyuwangi, Zulhas menghadiri Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 di Taman Blambangan. Pagelaran budaya bertaraf internasional tersebut turut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta delegasi dari negara-negara anggota ASEAN, East Asia Summit (EAS), dan Pacific Islands Forum (PIF).

Menurut Zulhas, Banyuwangi menjadi contoh daerah yang berhasil mengembangkan sektor pertanian tanpa meninggalkan potensi pariwisata dan budaya sebagai penggerak ekonomi.

"Banyuwangi menunjukkan bahwa pertanian, pariwisata, dan budaya bisa tumbuh secara beriringan. Daerah seperti ini harus terus didukung karena mampu menjadi contoh pembangunan yang produktif, berkelanjutan, sekaligus tetap menjaga kearifan lokal," ungkapnya.

Kunjungan kerja Menko Bidang Pangan di Banyuwangi mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kesejahteraan petani, stabilisasi harga kebutuhan pokok, serta sinergi dengan pemerintah daerah. Di sisi lain, dukungan terhadap pengembangan pariwisata dan budaya juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pakar Hukum Pidana: Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa, Sepanjang Ada Dua Alat Bukti yang Sah
Next Article
Bukti Kedekatan Bersama Masyarakat, Anggota Satgas TMMD Sarapan Bareng Di Lokasi Pembangunan Jembatan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.