Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Ubalan Selo Carnival 2026 Resmi jadi Puncak Bersih Dusun Pamotan Dampit, 16 Sound System dan 20 Kelompok Meriahkan Pawai

Malang || Bratapos.com – Kemeriahan luar biasa menyelimuti wilayah Malang Selatan. Ubalan Selo Carnival 2026, sebuah ajang pawai budaya yang spektakuler, resmi menjadi puncak peringatan tradisi Bersih Dusun di Dusun Ubalan, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Digelar pada Sabtu (09/05/2026) sore, parade ini menyulap jalanan desa menjadi panggung kreativitas budaya bagi warga. Ribuan pasang mata saksi betapa antusiasnya masyarakat dalam merawat tradisi leluhur yang dikemas secara kekinian.

BACA JUGA : Pertunjukan Atraksi Barongsai STK Podang, Meriahkan Suran Agung PSHW TM Pusat

Transformasi Tradisi Barikan

Ubalan Selo Carnival bukan sekadar hiburan semata, melainkan transformasi dari tradisi lokal “Barikan” yang kini dikemas lebih modern tanpa meninggalkan nilai luhurnya.

Pasalnya, meskipun karnaval menjadi daya tarik utama, esensi spiritual tetap menjadi fondasi rangkaian acara. Rangkaian kegiatan diawali dengan ritual doa bersama dan selamatan dusun yang telah dilaksanakan dengan khidmat pada Senin (04/05) lalu.

Sebagai persiapan teknis demi menjamin kemeriahan acara, seluruh peserta bahkan telah melakukan uji coba perangkat suara (check sound) pada Jumat (08/05) malam, guna memastikan performa maksimal saat hari pelaksanaan.

Usung Tema “Wonderful Indonesia”

Pawai budaya ini mengambil titik start dari perbatasan Dusun Ubalan dan Umbulrejo dengan mengusung tema besar “Wonderful Indonesia”.

Tema ini dipilih untuk memayungi keberagaman kostum dan koreografi yang dibawakan oleh warga. 

Pantauan di lapangan, tampak peserta menampilkan kekayaan budaya mulai dari adat Bali, Papua, Dayak, Betawi, hingga kreasi modern etnik yang memukau penonton.

16 Sound System, 20 Kelompok Turun Jalan

Ketua Panitia Ubalan Selo Carnival 2026, Andik Wahyudi, menjelaskan bahwa tahun ini merupakan kali kedua karnaval digelar sebagai bagian dari rangkaian bersih dusun secara besar-besaran.

“Tahun-tahun sebelumnya hanya ada selamatan di sumber Umbulan. Hari ini, ada 16 armada sound system dan total 20 kelompok termasuk pasukan paskibra yang berpartisipasi,” ungkap Andik saat ditemui di sela-sela acara.

Menurutnya, karnaval ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong warga Dusun Ubalan. Hampir setiap RT secara swadaya menyewa perangkat audio dan mempersiapkan timnya untuk memberikan penampilan terbaik dalam bulan Selo ini.

“Melalui Ubalan Selo Carnival, masyarakat Dusun Ubalan berharap tradisi bersih dusun dapat terus eksis dan menjadi ikon wisata budaya tahunan yang membanggakan bagi Kabupaten Malang,” pungkasnya.

Jalanan Desa Jadi Lautan Manusia

Pantauan tim Bratapos.com di lokasi, sejak pukul 15.00 WIB, warga sudah memadati rute kirab. Jalan dusun ditutup total untuk memberikan ruang bagi para peserta. Karpet merah digelar di beberapa titik, sementara panggung utama dengan sorotan lighting dan dentuman sound besar menjadi pusat perhatian massa.

Sektor ekonomi kerakyatan pun turut menggeliat. UMKM lokal tampak kebanjiran rezeki dengan hadirnya lebih dari 120 lapak tenda biru yang berderet menjajakan makanan, minuman, hingga mainan anak.

“Omzet naik 5 kali lipat dibanding hari biasa,” ujar salah satu pedagang di lokasi.

Acara berlangsung kondusif dan aman hingga pukul 23.00 WIB dengan pengawalan ketat dari personel Linmas, Banser, serta jajaran Polsek Dampit. (Zen)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Ketua MKKS SMPN Se-Kabupaten Malang Apresiasi FLS3N 2026: Ini Panggung Berharga Buat Anak
Next Article
Ricuh Pantai Wedi Awu: Diduga Dipicu Lirik Lagu, Polres Malang Tetapkan 4 Tersangka

Related to this topic:

Be the first to write a comment.