Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Tani Merdeka Indonesia, Targetkan 10 Ribu Petani Mandiri di Jawa Timur

Kota Madiun || Bratapos.com - Sektor pertanian di Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk benar-benar mengangkat kesejahteraan petani. Persoalan klasik seperti keterbatasan pupuk bersubsidi dan anjloknya harga gabah saat musim panen menjadi hambatan yang belum tuntas teratasi.

Organisasi Tani Merdeka Indonesia (TMI) hadir untuk mendukung langkah pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup petani. Ketua DPW TMI Jawa Timur, Riki Septiadi, menegaskan pihaknya memiliki target ambisius.

BACA JUGA : Kemen HAM RI Perkuat Sinergi Lintas Sektoral untuk Pemajuan HAM di Jawa Timur

“Kami ingin melahirkan 10 ribu petani sukses yang mampu berdiri di atas kaki sendiri. Ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk mencetak petani mandiri dan sejahtera,” jelas Riki, Sabtu (9/8/2025).

Menurutnya, selama ini keuntungan di sektor pertanian sering kali hanya dinikmati oleh sebagian kecil pihak. Melalui kebijakan dan program yang tepat, ia berharap hasil usaha tani dapat dirasakan langsung oleh petani sebagai pelaku utama. “Kalau yang menguasai hanya segelintir orang, itu berbahaya. Kita ingin semua petani punya kesempatan yang sama,” tambahnya.

Selain itu, TMI kini fokus mengawal harga pembelian gabah dan jagung sesuai ketetapan pemerintah, yakni Rp 6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp 5.500 per kilogram untuk jagung. Serta mereka turut memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi dengan jalur distribusi yang lebih ringkas dan transparan.

“Dengan adanya patokan harga, petani punya kepastian pasar. Sementara sistem distribusi pupuk yang lebih sederhana akan meminimalkan hambatan di lapangan,” ujar Riki.

Sebagai penghubung antara petani dan Bulog, TMI telah menjalin kerja sama di sejumlah daerah Jawa Timur, seperti Ngawi, Pasuruan, Probolinggo, dan Banyuwangi. Kerja sama ini dinilai cukup efektif dalam menjaga harga dan penyerapan hasil panen.

Riki juga menyampaikan bahwa Tani Merdeka Indonesia berada di bawah arahan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dengan Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Dewan Penasehat. “Kami adalah perpanjangan tangan pemerintah. Aspirasi petani akan kami bawa langsung ke pusat,” tegasnya.

Di wilayah eks-Karesidenan Madiun, TMI baru saja melantik tujuh Dewan Pengurus Daerah (DPD) sekaligus. Pelantikan yang berlangsung di kantor Bakorwil I Madiun pada Sabtu (9/8/2025) itu meliputi Kabupaten Madiun, Ngawi, Ponorogo, Pacitan, Magetan, Nganjuk, dan Kota Madiun.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Dimas Ramdhana Prasetya, mengatakan bahwa pelantikan bersama ini menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring organisasi. 

“Dengan struktur yang solid di daerah, kami optimistis program TMI akan lebih cepat sampai ke petani,” tandasnya.

 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Sidoarjo Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Peringkat Utama Tahun 2025
Next Article
Tani Merdeka Ngawi Teguhkan Komitmen, Petani Lokal Siap Didampingi hingga Sejahtera

Related to this topic:

Be the first to write a comment.