LUMAJANG, BRATAPOS.com – Upaya mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda terus digencarkan oleh Sat Binmas Polres Lumajang. Kali ini, edukasi dan sosialisasi mengenai wawasan kebangsaan serta bahaya intoleransi diberikan kepada siswa-siswi MA Miftahul Ulum, Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut mendapat sambutan antusias dari para pelajar. Mereka mengikuti materi dengan serius, khususnya terkait bahaya radikalisme, intoleransi, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman.
BACA JUGA :
Disensus BPS, Bupati Ipuk Ajak Warga Banyuwangi Jujur Sampaikan Data Ekonomi
Dalam sosialisasi tersebut, para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai definisi radikalisme, ciri-ciri kelompok yang menyebarkan paham radikal, faktor-faktor pemicu munculnya radikalisme, hingga dampak negatif yang dapat mengancam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Salah satu anggota Sat Binmas Polres Lumajang yang menjadi pemateri menegaskan bahwa kalangan pelajar termasuk kelompok yang rentan menjadi sasaran penyebaran paham radikal, terutama melalui media sosial dan arus informasi digital yang semakin masif.
“Kami mengajak para siswa agar lebih selektif dalam menerima informasi. Jangan mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya, termasuk ajakan-ajakan yang mengarah pada tindakan intoleran dan bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemahaman yang kuat tentang bahaya radikalisme merupakan bekal penting bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh ideologi yang berpotensi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah maupun masyarakat, serta turut menjaga kerukunan antar sesama,” tambahnya.
Sementara itu, Ps. Kasat Binmas Polres Lumajang, Iptu Irdani Isma, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program pembinaan dan penyuluhan yang rutin dilaksanakan guna meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pelajar, terhadap bahaya radikalisme.
Menurutnya, pelajar sebagai generasi penerus bangsa harus dibekali wawasan kebangsaan dan nilai-nilai toleransi sejak dini agar memiliki ketahanan terhadap berbagai bentuk provokasi yang dapat memecah belah persatuan.
“Kami ingin memastikan para pelajar memiliki pemahaman yang kuat agar tidak mudah terpengaruh paham radikal maupun provokasi yang dapat mengganggu persatuan bangsa,” kata Iptu Irdani.
Ia juga menyoroti perkembangan teknologi informasi yang kini menjadi tantangan tersendiri, karena berbagai informasi dapat diakses dengan sangat mudah, termasuk oleh kalangan pelajar.
“Karena itu, kami mengimbau para siswa agar bijak menggunakan media sosial, mampu menyaring informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang mengandung unsur intoleransi dan radikalisme,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, pihak kepolisian mengapresiasi dukungan pihak sekolah dalam pelaksanaan program edukasi tersebut sebagai bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas sosial.
Dengan terjalinnya komunikasi dan kerja sama yang baik antara kepolisian dan lembaga pendidikan, Sat Binmas optimistis upaya pencegahan radikalisme di kalangan pelajar dapat berjalan lebih efektif, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif. (jnr/bp-lmj)
Pewarta: Jaenuri
Editor: Ruslan AG
Publisher: Shelor, Kepala Cabang Bratapos Media Wilayah Semeru
Prev Article
UHH Banyuwangi Tembus 74,43 Tahun, Bupati Ipuk Tegaskan Lansia Bukan Beban, Melainkan Aset Pembangunan
Next Article
Polisi dan Warga Lumajang Guyub Nobar Piala Dunia 2026, Kamtibmas Tetap Kondusif