Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Sebuah Doa Menjadi Nyata: Kisah Haru Ibu Sulami, Penjaga Kebersihan Masjid yang Kini Memiliki Rumah Layak Huni

BANYUWANGI || Bratapos.com — Di sudut Kota Banyuwangi, yang dijuluki The Sunrise of Java, hidup seorang perempuan lansia yang menjadi teladan keteguhan hati dan keikhlasan. Sulami (63), warga Dusun Silirsari, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, mengabdikan dirinya bertahun-tahun untuk menjaga kebersihan Masjid Miftahul Huda. Setiap dini hari, ia mengayuh sepedanya melawan dinginnya udara malam, demi memastikan masjid dalam keadaan bersih dan nyaman sebelum jamaah melaksanakan shalat Subuh.

Pukul dua dini hari, saat kebanyakan orang masih terlelap, Bu Sulami sudah keluar rumah. Angin dingin menusuk wajahnya, embun mulai membasahi kulit, namun langkah kakinya di atas pedal sepeda tidak pernah goyah. 

BACA JUGA : Pemprov Banten Salurkan Kursi Roda untuk Disabilitas dan Lansia di Kabupaten Tangerang

Sesampainya di masjid, ia langsung mengambil sapu ijuk, menyapu setiap sudut, membersihkan sajadah, sarung, mukenah, dan memastikan seluruh perlengkapan ibadah tersusun rapi. Sesekali, matanya yang tajam seperti seorang prajurit menangkap sampah berserakan di halaman samping masjid, yang tanpa ragu segera ia bersihkan.

Meski pekerjaannya berat, upah yang ia terima hanya Rp300 ribu per bulan. “Itu rezeki saya, mas. Harus saya syukuri dan saya cukup-cukupkan untuk hidup. Apa yang bisa saya kerjakan, saya kerjakan,” ujarnya sembari merapikan jilbab, Minggu (10/8/2025).

Setiap selesai shalat, Bu Sulami tak pernah lupa menyelipkan doa yang sama, memohon kepada Allah SWT agar suatu hari ia bisa memperbaiki rumahnya yang reot berdinding anyaman bambu, atap genteng penuh lubang, dan tiang-tiang yang mulai lapuk.

Doa itu akhirnya sampai pada waktunya. Suatu hari, seorang prajurit TNI datang ke rumahnya dan menyampaikan kabar yang membuatnya tertegun. “Ibu, kami datang untuk memperbaiki rumah ibu melalui program TMMD,” ucap sang prajurit. 

Bu Sulami tak kuasa menahan haru. Setelah bertahun-tahun hanya berharap, kini kabar itu benar-benar datang dari mulut tentara yang akan membangunkan rumahnya. Ia pun bersujud syukur, mengucap terima kasih kepada Allah SWT.

Sejak akhir Juli 2025, ia menyaksikan sendiri para prajurit TNI Kodim 0825/Banyuwangi bersama warga bergotong royong membongkar rumah lamanya dan membangun rumah baru yang lebih kokoh. 

“Saya hanya buruh, tidak mungkin bisa bangun rumah seperti ini. Tapi bapak-bapak TNI datang dan bilang, ‘Ibu akan kami bangunkan rumah.’ Saya terharu sekali,” ucapnya dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

Kini, rumah Bu Sulami berdiri layak dengan dinding tembok, jendela, dan pintu yang aman. Bagi dia, ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol martabat, kepedulian, dan jawaban atas doa panjang yang ia panjatkan setiap hari.

Tak hanya mengurus masjid, Bu Sulami juga bekerja sebagai buruh tani, buruh rumah tangga, dan memulung botol plastik untuk menambah penghasilan. Bedanya, kini ia tidak sendiri. Saat proses pembangunan rumahnya berlangsung, setiap pagi ia ditemani para prajurit TNI yang turut membantu pekerjaannya dan bercengkerama dengannya.

Bagi warga sekitar, Bu Sulami dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan selalu siap membantu. “Bu Sulami itu orangnya nggak pernah mengeluh. Kalau ada yang butuh bantuan, dia pasti datang, walaupun sebenarnya dia sendiri sedang kesusahan,” ungkap Siti Aminah, salah satu tetangganya.

Kepala Dusun Silirsari, Priyono, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian TNI terhadap warganya. “Ibu Sulami ini memang layak mendapat bantuan. Beliau sosok pekerja keras, rajin ke masjid, dan disegani warga. Program TMMD ini benar-benar menyentuh hati masyarakat,” ujarnya.

Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., mengakui sosok Bu Sulami sebagai teladan ketangguhan dan kesabaran. 

“Kualitas rasa syukur yang tinggi menjadi kekuatan bagi Bu Sulami. Inilah bukti bahwa doa, jika diiringi kesabaran dan keikhlasan, bisa menjadi kenyataan,” ungkap Dandim 0825, Senin (11/8/2025).

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga pembangunan sosial dan kemanusiaan. Kisah Bu Sulami menjadi pengingat bahwa di balik setiap rumah yang dibangun, tersimpan cerita perjuangan, kesederhanaan, dan kekuatan doa seorang rakyat kecil yang akhirnya tersentuh oleh tangan negara. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
25 Tahun Berpisah, Mantan Pelatih dan Murid Dipertemukan Kembali di TMMD ke-125 Banyuwangi
Next Article
Bupati Ipuk Paparkan Sembilan Tatanan Kabupaten Sehat, Banyuwangi Targetkan Swasti Saba Wistara

Related to this topic:

Be the first to write a comment.