Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Bupati Ipuk Paparkan Sembilan Tatanan Kabupaten Sehat, Banyuwangi Targetkan Swasti Saba Wistara

BANYUWANGI || Bratapos.com — Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi sorotan nasional setelah terpilih mengikuti tahap Verifikasi Lanjutan penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Nasional tahun 2025. Tahap ini menjadi penentu bagi Banyuwangi untuk meraih kembali predikat tertinggi Swasti Saba Wistara, penghargaan prestisius bagi daerah yang sukses menciptakan lingkungan bersih, nyaman, aman, dan sehat.

Kegiatan verifikasi berlangsung secara virtual, Senin (11/8/2025), dipimpin langsung Ketua Tim Verifikasi KKS Pusat, Anugerah, dan dihadiri unsur penting daerah. Hadir di antaranya Tim Pembina KKS Provinsi Jawa Timur, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Plh. Sekretaris Daerah Guntur Priambodo, Ketua Forum Banyuwangi Sehat Soekardjo, Ketua TP PKK Kabupaten Banyuwangi Anna Mujiono, serta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

BACA JUGA : APBD Banyuwangi 2027 Hadapi Tantangan Fiskal, Bupati Ipuk Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi Pembangunan

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam paparannya menegaskan, Banyuwangi telah lima kali meraih penghargaan Kabupaten Sehat tingkat nasional. Bahkan, pada tahun 2019 dan 2021, Banyuwangi berhasil meraih predikat Swasti Saba Wistara.

“Tahun ini, kita targetkan bisa kembali meraih Swasti Saba Wistara. Itu artinya, kita tidak hanya mempertahankan, tetapi juga meningkatkan standar kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat,” tegas Ipuk.

Ipuk memaparkan, bahwa keberhasilan membangun Kabupaten Sehat bergantung pada implementasi sembilan tatanan strategis, yaitu:

1. Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri

2. Permukiman dan Fasilitas Umum

3. Satuan Pendidikan

4. Pasar

5. Perkantoran dan Perindustrian

6. Lalu Lintas

7. Pariwisata

8. Perlindungan Sosial

9. Penanggulangan Bencana

Menurut Ipuk, setiap tatanan dijalankan dengan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Pada tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri, Pemkab Banyuwangi meluncurkan Mall Orang Sehat, program yang mengubah paradigma masyarakat dari “datang saat sakit” menjadi “datang untuk tetap sehat”.

“Kami mendorong masyarakat datang ke puskesmas meski dalam keadaan sehat, untuk konsultasi dan deteksi dini potensi penyakit. Langkah ini untuk mengantisipasi gangguan kesehatan sebelum berkembang,” jelas Ipuk.

Selain itu, Banyuwangi menggagas Puskesmas Asuhan Spesialistik (PAS) yang melibatkan 38 dokter spesialis kandungan dan anak untuk membina puskesmas di seluruh kecamatan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, memperkuat layanan ibu dan bayi, serta membangun jejaring layanan kesehatan dari hulu hingga hilir.

Untuk tatanan Pasar Sehat, Pemkab Banyuwangi menerapkan kebijakan pembatasan pendirian pasar modern berjejaring. Langkah ini diambil untuk melindungi keberlangsungan pasar tradisional dan toko kelontong yang menjadi nadi ekonomi masyarakat kecil.

“Kesehatan lingkungan pasar dan keberlanjutan ekonomi rakyat adalah prioritas. Modernisasi boleh, tapi tidak menggerus kearifan lokal dan sumber penghidupan warga,” tegas Ipuk.

Berbagai inovasi ini mendapat pujian dari Tim Verifikasi Pusat. Ketua Tim, Anugerah, menilai Banyuwangi menunjukkan sinergi lintas sektor yang solid, mulai dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga elemen swasta.

“Sinergi lintas sektornya sangat kuat. Semoga kerja keras ini membawa Banyuwangi kembali meraih Swasti Saba Wistara,” kata Anugerah.

Meski demikian, tim verifikasi memberikan beberapa catatan perbaikan, khususnya terkait kelengkapan dokumen pelaporan, untuk menyempurnakan proses penilaian.

Ipuk menegaskan, upaya Banyuwangi membangun Kabupaten Sehat bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi untuk menciptakan budaya hidup sehat yang berkelanjutan.

“Ini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat Banyuwangi. Swasti Saba Wistara bukan tujuan akhir, melainkan pijakan untuk terus berbenah,” pungkasnya. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Sebuah Doa Menjadi Nyata: Kisah Haru Ibu Sulami, Penjaga Kebersihan Masjid yang Kini Memiliki Rumah Layak Huni
Next Article
Kisah Perjuangan Evi Widiawati, Dari Rumah Hampir Roboh ke Hunian Layak Berkat TMMD ke-125 Banyuwangi

Related to this topic:

Be the first to write a comment.