Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Kisah Perjuangan Evi Widiawati, Dari Rumah Hampir Roboh ke Hunian Layak Berkat TMMD ke-125 Banyuwangi

BANYUWANGI || Bratapos.com — Hidup dalam keterbatasan tak pernah memadamkan semangat Evi Widiawati (26), warga Dusun Silirsari, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi. Setiap hari, perempuan tangguh ini membanting tulang sebagai buruh rumah tangga dan buruh tani demi masa depan anak semata wayangnya.

Bersama sang suami, M. Anwaruddin (28), ia berjuang keras memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penghasilan yang tidak menentu membuat mereka harus pandai berhemat. 

BACA JUGA : Pemprov Banten Salurkan Kursi Roda untuk Disabilitas dan Lansia di Kabupaten Tangerang

Rumah yang mereka tempati sebelum TMMD hadir jauh dari kata layak, berdinding anyaman bambu rapuh, beratap bocor di banyak titik, dan lantai tanah yang tak rata. Ironisnya, kandang kambing titipan orang yang mereka rawat justru terlihat lebih kokoh dibanding tempat tinggalnya.

“Kalau hujan deras, air masuk dari segala arah. Kami hanya bisa memindah barang ke sudut rumah yang agak kering,” kenang Evi, dengan mata berkaca-kaca, Senin (11/8/2025)

Sebagai buruh panggilan, Evi mengandalkan kerja serabutan seperti mencuci, menyetrika, atau membersihkan rumah tetangga. Upah Rp50 ribu yang ia terima kerap disisihkan untuk kebutuhan sekolah anak. Sementara suaminya bekerja sebagai kuli pemotong bambu dengan upah Rp90 ribu per hari, namun setelah dipotong kebutuhan dapur, yang tersisa untuk tabungan hanya sekitar Rp20–30 ribu.

Harapan besar muncul, ketika nama Evi masuk daftar penerima bantuan program bedah rumah TMMD ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi. Bagi Evi, kabar itu seperti jawaban doa panjang yang selama ini ia panjatkan. 

“Rasanya seperti mimpi. Saya tidak menyangka sama sekali bisa dapat bantuan rumah,” ujarnya penuh haru.

Proses pembangunan rumah dilakukan dengan semangat gotong-royong. Anggota Satgas TMMD, warga sekitar, dan keluarga Evi bahu membahu mengubah rumah reyot menjadi hunian layak. Selama lebih dari sebulan, suara ketukan palu, mesin pemotong kayu, dan tawa kerja bakti menghiasi halaman rumah itu.

Kini, rumah Evi berdiri kokoh, beratap rapi, berdinding kuat, dan lantai yang bersih. Ia bisa bekerja tanpa cemas memikirkan keselamatan keluarganya.

“Terima kasih banyak untuk bapak-bapak TNI dan semua yang membantu. Rumah ini bukan hanya tempat berteduh, tapi juga simbol harapan baru untuk masa depan anak kami,” ucapnya sambil membelai kambing titipan yang menjadi sumber penghasilan tambahan.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga memberikan solusi nyata bagi warga yang membutuhkan. Rumah layak huni seperti ini, diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima,” ujar Dansatgas TMMD.

Sementara itu, Kepala Desa Kesilir, Mujiono, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan TNI melalui TMMD ke-125 ini.

“Bantuan ini sangat berarti. Bukan hanya memperbaiki rumah, tapi juga memulihkan semangat hidup warga kami. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat inilah yang membuat program ini berhasil,” ungkap Mujiono.

Kisah Evi Widiawati menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun harapan. Melalui tangan-tangan TNI dan dukungan masyarakat, rumah reyot kini berubah menjadi pondasi masa depan yang lebih baik. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Bupati Ipuk Paparkan Sembilan Tatanan Kabupaten Sehat, Banyuwangi Targetkan Swasti Saba Wistara
Next Article
Pemkab Banyuwangi Pastikan Tarif PBB Tak Naik, Stimulus Pajak Tetap Berlanjut

Related to this topic:

Be the first to write a comment.