BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 di Kabupaten Banyuwangi mulai menunjukkan progres signifikan. Sejumlah rumah milik Penerima Bantuan (PB) kini tampak memasuki tahap pembangunan fisik, menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan hunian yang layak, aman, dan sehat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut dijalankan melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (DPU CKPP) Banyuwangi. Kehadiran BSPS tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
BACA JUGA :
Surat Masuk ke Bupati Deliserdang Tak Berbuah Tindakan, P2BMI dan GRPK Soroti Sikap Dinas Cipta Karya atas Pagar Gudang Tanpa PBG
Di sejumlah lokasi penerima bantuan, proses pembangunan mulai terlihat dari berdirinya pondasi, pemasangan dinding, hingga perbaikan atap rumah. Perubahan tersebut membawa harapan baru bagi keluarga penerima yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak.
Program BSPS sendiri merupakan bantuan stimulan dari pemerintah pusat yang mendorong masyarakat untuk membangun atau meningkatkan kualitas rumah secara swadaya. Melalui program ini, warga tidak hanya menerima bantuan material, tetapi juga mendapatkan pendampingan teknis agar pembangunan berjalan sesuai standar keselamatan dan kelayakan hunian.
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPU CKPP Banyuwangi, Edi Purnomo, ST., MM, menjelaskan bahwa Program BSPS Tahun 2026 difokuskan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang rumahnya masuk kategori tidak layak huni.
“Program BSPS ini tidak sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan masyarakat agar dapat tinggal di hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman. Saat ini progres pembangunan di sejumlah titik sudah mulai terlihat, dan kami terus melakukan pendampingan agar pelaksanaannya berjalan optimal,” ujar Edi Purnomo, Selasa (19/5/2026).
Ia menambahkan, program tersebut juga mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui pola swadaya dan gotong royong antar warga.
“Dengan semangat kebersamaan, pembangunan rumah menjadi lebih cepat dan tepat sasaran. Kami berharap, seluruh penerima bantuan dapat segera menikmati rumah layak huni yang menjadi impian mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DPU CKPP Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, S.E., menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan teknis dan tepat sasaran.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang layak. Karena rumah bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga,” kata Cahyanto.
Ia juga mengapresiasi kerja keras Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), pemerintah desa, serta masyarakat yang terus mendukung kelancaran program BSPS di Banyuwangi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersama mengawal program ini. Sinergi antara pemerintah, pendamping, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan BSPS sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai tepat waktu. Dengan progres yang mulai terlihat di berbagai titik, program BSPS 2026 diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Tunggu Instruksi Wali Kota, Satpol PP Kota Batu Siap Ratakan PKL Pelanggar Fasum di Alun-Alun
Next Article
Festival Lomba Seni Dan Sastra Siswa Nasional FLS3N Jenjang Pendidikan Dasar SMP Dan SD Sederajat 2026