Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Penambang Sumur minyak Tua Wonocolo Geram, Diduga Akibat Narasi Pemberitaan Yang Menyesatkan Dan Tak Berdasar

Bojonegoro, Bratapos.com -  Sabtu  02/05/2026  Polemik yang mencuat di kawasan sumur tua Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, memicu kemarahan warga penambang tradisional. Mereka mengecam keras beredarnya isu dugaan setoran ilegal kepada oknum aparat yang dinilai tidak berdasar, tanpa bukti, dan berpotensi menghancurkan sumber penghidupan masyarakat kecil.

Di tengah kerasnya aktivitas penambangan tradisional yang penuh risiko, warga menilai narasi tersebut bukan sekadar kabar liar, melainkan ancaman nyata terhadap stabilitas ekonomi dan sosial desa.

BACA JUGA : Surat Masuk ke Bupati Deliserdang Tak Berbuah Tindakan, P2BMI dan GRPK Soroti Sikap Dinas Cipta Karya atas Pagar Gudang Tanpa PBG

Paijo (bukan nama sebenarnya), salah satu pekerja sumur tua, dengan nada tegas menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang dinilai menyebarkan informasi tanpa melihat kondisi di lapangan.

“Kami ini tiap hari kerja keras, bertaruh tenaga dan keselamatan demi keluarga. Jangan asal bicara soal setoran atau tuduhan yang kami sendiri tidak pernah melakukannya. Kalau isu seperti ini terus dimainkan tanpa bukti, yang hancur bukan hanya nama desa, tapi kehidupan kami,” ujarnya.

Kemarahan serupa juga disampaikan warga lain, Pr (bukan nama sebenarnya), yang menilai pemberitaan tanpa verifikasi telah mencederai martabat masyarakat Wonocolo.

“Kami rakyat kecil yang bekerja nyata, bukan objek permainan isu. Datang ke sini, lihat sendiri bagaimana kami hidup, baru bicara. Jangan asal membuat opini yang membuat kami seolah-olah hidup dalam praktik yang tidak benar. Itu sangat melukai kami,” tegasnya.

Warga menilai, informasi yang tidak melalui proses investigasi dan klarifikasi hanya akan memperkeruh suasana, memicu stigma negatif, serta mengganggu ketenangan sosial masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup pada sumur tua.

Mereka pun mendesak semua pihak, terutama penyebar informasi, untuk bertanggung jawab dan tidak sembarangan membangun opini publik tanpa dasar yang jelas.

“Menjaga kebenaran informasi itu sama pentingnya dengan menjaga perut keluarga kami. Jangan sampai berita yang tidak jelas justru mematikan mata pencaharian kami,” imbuh salah satu warga.

Bagi masyarakat Wonocolo, sumur tua bukan sekadar lokasi kerja, melainkan sumber kehidupan yang diwariskan turun-temurun. Ketika isu tak berdasar mulai mengganggu, warga menegaskan tidak akan tinggal diam.

Pewarta BR

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Dugaan Pungutan Di MI Pumpungan Bojonegoeo Wali Murid Keluhkan Beban Biaya
Next Article
KOTASI Wisata Senggigi Gelar Rapat Penetapan AD/ART sebagai Fondasi Legal dan Arah Usaha

Related to this topic:

Be the first to write a comment.