Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Mempersiapkan Generasi Emas Untuk Indonesia" Agus Zamroni Ajak Masyarakat Dukung Dan Sukseskan Program MBG

PONOROGO II bratapos.com – H. Agus Zamroni biasa disapa "Abah" dikenal sebagai tokoh masyarakat yang kerap aktif menyampaikan pandangan dan kritik terhadap berbagai kebijakan publik. Ditengah derasnya informasi dan dinamika saat ini, ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukanlah untuk menggiring opini permusuhan terhadap Pemerintah ataupun Lembaga Negara.

"Kritik pada dasarnya bukan untuk menjatuhkan lembaga, tetapi sebagai pengingat agar setiap kebijakan berjalan sesuai tujuan dan lebih memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

BACA JUGA : Harumkan Nama Daerah, Model Cilik Banyuwangi Jeje Tampil Memukau di Indonesia Fashion Week 2026

Menurutnya, Program dari Pemerintah perlu diawasi bersama. Pengawasan masyarakat merupakan bagian dari demokrasi yang sehat dan menjadi upaya pengingat untuk memastikan program-program berjalan sesuai harapan Pemerintah dan Masyarakat pada umumnya.

"Saya rakyat biasa, Saya juga bukan wartawan atau LSM. Dasar saya hanya sederhana, sebagai rakyat kita berhak mengawasi jalannya program-program dari Pemerintah," ucapnya. Senin, (27/02026) saat di temui di Kantornya.

Dalam kesempatan ini, Agus Zamroni sangat mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sedang dilaksanakan sebagai Program Nasional, Menurutnya, program MBG merupakan Program yang sangat baik untuk mempersiapkan generasi emas untuk Indonesia, sebagaimana program serupa yang telah diterapkan di sejumlah negara maju.

"Mari kita dukung dan sukseskan Program MBG ini, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada profesionalisme seluruh pihak yang terlibat, juga kualitas SDM yang juga harus diperhatikan"katanya.

Ia juga menyoroti soal keraguan masyarakat terhadap efektivitas program MBG yang saat ini sedang berjalan. Ditambah keraguan tersebut tidak dapat dihilangkan tanpa adanya keterbukaan terhadap akses informasi kepada masyarakat.

 "Justru Pemerintah dan seluruh penyelenggara program harus membuka informasi seluas-luasnya kepada publik agar masyarakat dapat mengetahui secara langsung kondisi di lapangan, juga termasuk berbagai kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Intinya jangan menutup akses informasi atau membatasi keterbukaan publik". imbuhnya.

Ia menilai keterbukaan informasi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik. Keraguan masyarakat terhadap suatu kebijakan merupakan hal yang wajar sehingga pemerintah perlu membuka akses informasi seluas-luasnya.

"Semakin terbuka informasi kepada masyarakat, maka akan semakin menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus berbenah, bukan malah membungkam kritik," tegasnya.

Ke depan, yang perlu menjadi perhatian utama bukan hanya perluasan program, tetapi juga peningkatan efisiensi dan kualitas pelaksanaannya. Seluruh dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), seharusnya telah memenuhi seluruh persyaratan sebelum mulai beroperasi, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikat bagi penjamah makanan, hasil uji rektal bagi petugas yang menangani makanan, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai. Dengan pemenuhan seluruh standar tersebut, pelaksanaan program MBG diharapkan berjalan lebih baik, aman, dan tidak lagi menimbulkan persoalan di kemudian hari.

" Jangan sampai dapur penyedia makanan yang sudah beroperasi tanpa memenuhi standar yang sudah ditentukan. Baik dari sisi fasilitas maupun peralatan, jika masih ada yang perlu dibenahi, segera dibenahi dulu, agar kualitas makanan dan kesehatan serta keamanan benar-benar terjamin."ungkap Abah, sapaan akrabnya.

Disinggung soal pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Kepemimpinan di BGN yang saat ini banyak diisi oleh kalangan muda bukanlah sesuatu yang keliru. Anak muda memiliki potensi besar, tetapi mereka juga membutuhkan pengalaman dan pembelajaran. 

"Karena itu, dalam menjalankan tugas sebaiknya tidak merasa paling benar atau paling pintar. Justru perlu banyak belajar, bersikap rendah hati, serta aktif berkomunikasi dan berkonsultasi dengan para pengusaha maupun praktisi senior yang telah lama berkecimpung di bidang ini." Pesannya. (Jaya).

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
TMMD Ke-129 Berkah Buat Nenek 65 Tahun, Penghasilan Rutin Tiap Hari Bantu Perekonomiannya
Next Article
Kekompakan dan Kemanunggalan TNI-Rakyat, Malam Pun Pembangunan Paving Jalan Poros Desa Sepanjang 1 KM Terus Di Kebut

Related to this topic:

Be the first to write a comment.