Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Karena merasa terdzolimi Pemilik showroom Prabu motor Angkat Bicara

KOMENTAR 1156

MADIUN || bratapos.com – Proyek pembangunan Showroom Prabu Motor di Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun tengah menjadi sorotan publik. Hal ini bermula dari klaim salah satu kontraktor yang menyatakan bahwa pembayaran proyek senilai Rp 800 juta belum diselesaikan oleh pihak pemilik showroom.

Menanggapi isu yang kembali mencuat ini, Achmad Romadhoni atau yang akrab disapa Dhoni, selaku Owner dari Prabu Motor, menyatakan keheranannya. 

BACA JUGA : Surat Masuk ke Bupati Deliserdang Tak Berbuah Tindakan, P2BMI dan GRPK Soroti Sikap Dinas Cipta Karya atas Pagar Gudang Tanpa PBG

Menurutnya, permasalahan tersebut sebenarnya sudah lama selesai dan telah mencapai kesepakatan damai secara kekeluargaan antara pihak Prabu Motor dan kontraktor. Namun, ia menyayangkan mengapa masalah ini diangkat kembali ke media.

“Dari kami sebenarnya tidak ingin membuka masalah ini kembali, apalagi sampai ke jalur hukum. Namun, karena pihak mereka yang memulai terlebih dahulu, maka dengan berat hati kami akan membawa kasus ini ke ranah hukum,” ujar Dhoni kepada Bratapos.com pada Sabtu (22/2/2025).

Lebih lanjut, Dhoni menegaskan bahwa sebagai warga negara yang taat hukum, ia akan menyelesaikan persoalan ini melalui jalur yang berlaku. 

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin terlibat dalam perdebatan di media sosial terkait kasus ini.

“Kami tidak mau ambil pusing dengan debat kusir di media sosial. Kita buktikan saja nanti di jalur hukum,” tandasnya.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Polres Buru Dikritik MCW atas Kurangnya Transparansi dalam Penahanan Empat Truk
Next Article
Proyek Makadam Desa Tambelangan Diduga Utamakan Keuntungan, Tidak Prioritaskan Kualitas

Related to this topic:

Be the first to write a comment.