Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Dari Salib ke Persatuan: Paskah GKE Surabaya & HWKTS Menghidupkan Kemanusiaan Lintas Budaya

Surabaya - Perayaan Paskah Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Surabaya bersama Himpunan Warga Kalimantan Tengah di Surabaya (HWKTS) pada Minggu (12/4/2026) di Aula Hotel Kyrie Surabaya berlangsung penuh makna, diawali dengan open registrasi pukul 17.00 WIB. Mengangkat tema “Kristus Bangkit, Membarui Kemanusiaan Kita” (2 Korintus 5:17) yang dilayan khotbah oleh: Pdt. Sisca Maak-Latuputty, S.Th (Ketua Majelis Jemaat/KMJ GPIB Hosea), kegiatan ini tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga panggung persatuan lintas budaya.

Acara dibuka dengan khidmat melalui pembacaan Alkitab dalam dua bahasa daerah, yakni Dayak Maanyan dan Dayak Ngaju, sebagai simbol kekayaan iman dalam keberagaman. Suasana semakin menggetarkan melalui drama penyaliban Yesus yang menyentuh, serta tarian adat Mamalan/Berladang dan Manantang, yang menggambarkan semangat kehidupan, perjuangan, dan kebangkitan.

BACA JUGA : A Moment of Togetherness Ahead of Eid al-Adha 1447 H at Mr.ABBAS Senggigi's Residence

Dalam sambutannya, Grace Evi Ekawati, SE., SH., M.Hum., selaku Ketua Umum PSI Jawa Timur, Ketua Umum Perbasi Jawa Timur, sekaligus Ketua Umum Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara (KPSEN), menegaskan bahwa Paskah harus dimaknai lebih dari sekadar ritual. “Kebangkitan Kristus adalah kekuatan untuk menyatukan perbedaan dan membangun kemanusiaan yang lebih utuh di tengah keberagaman,” ungkapnya, sembari mengapresiasi kolaborasi lintas budaya dalam kegiatan ini.

Ketua HWKTS, Kalmante Tibu, dalam wawancara menyampaikan bahwa komunitas perantau menjadi wadah penting untuk menjaga iman dan budaya melalui kebersamaan dan saling mendukung. Ketua panitia,.Thomas Tanjung, menambahkan bahwa Paskah menjadi momentum pembaruan hidup sekaligus membuka peluang kolaborasi antar komunitas.

Sementara itu, Pdt. Wono, selaku Gembala Jemaat GKE menekankan bahwa makna “ciptaan baru” adalah transformasi hidup nyata melalui kasih dan kepedulian, khususnya bagi diaspora di perantauan. Sementara Ibu Gembala GKE, Pdt. Isolina melalui pendekatan seni menyoroti bahwa tarian dan drama bukan sekadar estetika, melainkan media rohani untuk menyampaikan pesan kebangkitan yang mampu menyentuh hati dan membangun iman generasi muda.

Perwakilan FPK Jawa Timur sekaligus Ketua KPPM Surabaya, Frans Huwae, turut menilai bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai kebangkitan Kristus mampu memperkuat toleransi dan persatuan bangsa.

Acara ini juga dihadiri oleh tamu kehormatan seperti Pdt. Ferry JA. Raintung (Perwakilan GPIB Jawa Timur) Drs. Yansen Alison Binti, MBA, tokoh masyarakat Kalimantan Tengah & Ketua Umum DPN Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Indonesia, serta 

Ev. Terry Octavianus S. Pd (Kepala Perwakilan) dan didampingi pak Dr. Wahyu Heru Lukito (Perwakilan LPMI Surabaya) serta tamu kehormatan dari tubuh HWKTS & GKE, bersama para undangan dari berbagai latar belakang budaya.

Perayaan Paskah ini menjadi bukti nyata bahwa kebangkitan Kristus tidak hanya menghadirkan harapan secara rohani, tetapi juga menggerakkan persatuan, membangun kepedulian, dan menghidupkan kembali nilai kemanusiaan dalam bingkai keberagaman Indonesia. (G13™)

Penulis : Grace Octovienna, S.Th., M.Miss.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Video Kekerasan di Kanjuruhan Berlanjut ke Ranah Hukum, Dua Remaja Jadi Terlapor..!!
Next Article
Insiden Peluru Nyasar Sudah Mendapatkan Penanganan dan perawatan Terbaik, Pasmar 2 Surabaya

Related to this topic:

Be the first to write a comment.