Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Penambang Perbaiki Jalan Rusak Jalur Sedah–Ngebel, Wujud Tanggung Jawab dan Kepedulian Sosial

Ponorogo || Bratapos.com - Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap kondisi infrastruktur jalan, para penambang yang beraktivitas di wilayah Kecamatan Jenangan hingga Ngebel melakukan perbaikan jalan rusak di sepanjang jalur Sedah–Sraten–Semanding–Ngrogung Ngebel, Kabupaten Ponorogo.

Perbaikan jalan tersebut mulai dilaksanakan pada Senin (26/01/2026). Jalan yang sebelumnya berlubang dan bergelombang, khususnya di ruas Sedah–Ngebel, kini mulai dikerjakan secara bertahap untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

BACA JUGA : Ketua DPW Madas Nusantara Jatim Koordinasikan DPD Se-Jatim Kawal Proses Hukum Dugaan Pernyataan I Wayan Setiawan

Salah satu titik prioritas perbaikan berada di RT 02 RW 03, Dukuh Gundi, Desa Sedah, Kecamatan Jenangan, tepatnya di depan Masjid Baitul Muttaqin. Lokasi ini selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang rusak dan tidak rata.

“Sering terjadi kecelakaan akibat jalan bergelombang di depan masjid ini. Respon cepat dari para penambang sangat kami apresiasi,” ujar salah satu warga setempat.

Perbaikan dilakukan dengan dukungan penuh dari para penambang yang melintas di jalur tersebut, serta melibatkan koordinasi dengan karang taruna di empat desa yang terdampak, yakni Desa Ngrupit, Sedah, Sraten, dan Semanding. 

Secara teknis, pengerjaan perbaikan menggunakan metode dreel dan ditangani oleh tenaga teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP).

Seluruh biaya perbaikan ditanggung sepenuhnya oleh pihak penambang sebagai bentuk tanggung jawab moral atas dampak lalu lintas kendaraan tambang yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Para penambang menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam perbaikan jalan secara berkelanjutan. Selama masih ditemukan ruas jalan yang rusak, perbaikan akan terus dilakukan dengan tetap melibatkan DPUPKP sebagai pihak yang memiliki kompetensi teknis.

“Intinya, kalau ada jalan rusak, kami selalu siap membantu memperbaiki. Kami juga akan terus melibatkan pihak DPU,” tegas salah satu penambang.

Ia menambahkan, perbaikan dilakukan secara bertahap mulai dari wilayah barat ke timur, dimulai dari Desa Sedah hingga Ngrogung Ngebel. Pihaknya berharap terjalin kerja sama, saling pengertian, dan komunikasi yang baik antara penambang, pemerintah, dan masyarakat, agar aktivitas ekonomi dapat tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan serta kenyamanan warga.

“Kita mulai perbaikan dari Desa Sedah sampai Ngrogung Ngebel,” imbuhnya.

Selain itu, pihak penambang juga memastikan bahwa seluruh kendaraan operasional telah mematuhi ketentuan pemerintah terkait batas muatan kendaraan, sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi jalan agar tidak cepat rusak.

Langkah ini menjadi contoh nyata bahwa pembangunan dan aktivitas ekonomi dapat berjalan seiring dengan kepedulian sosial. Ketika tanggung jawab diambil bersama, solusi dapat diwujudkan tanpa saling menyalahkan.(Jaya)

 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pengembangan OTT Maidi, KPK Geledah Ruko Rekanan Pemerintah Kota Madiun
Next Article
Ekskavator Lebih Berdaulat dari Hukum’Membaca Operasi PT HAM di Gunung Botak

Related to this topic:

Be the first to write a comment.