Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Momentum Hari Pahlawan, Tiga Zaman Ajak Warga PSHW-TM Teladani Nilai Perjuangan Para Pendiri

 

Madiun | Bratapos.com - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, akun Tiga Zaman mengajak seluruh warga Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW-TM) untuk mengenang jasa para tokoh besar pendiri ajaran Setia Hati yang telah mewariskan nilai-nilai luhur perjuangan, persaudaraan, dan cinta tanah air.

BACA JUGA : Sempat Putus Sekolah, Tiga Siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi Lulus dan Siap Wujudkan Masa Depan

“Marilah kita sejenak menundukkan kepala dengan penuh hormat kepada para pendahulu yang telah mewariskan ajaran luhur, semangat juang, dan nilai persaudaraan sejati bagi bangsa dan tanah air,” tulis akun @tigazaman, Minggu (10/11/2025).

Mengenang Eyang Ngabehi Soero Diwirjo

Sosok pertama yang dikenang adalah Almarhum Eyang Ngabehi Soero Diwirjo, perintis sekaligus pencipta ajaran Setia Hati (SH).
Beliau dikenal sebagai sosok agung yang meletakkan dasar filosofi kehidupan, kesatria, dan budi pekerti. Melalui ilmu pencak silat, Eyang Soero menanamkan ajaran bahwa kekuatan jasmani harus sejalan dengan kejernihan rohani.

“Ajaran beliau tidak hanya melahirkan pendekar, tetapi manusia berbudi luhur yang berjiwa persaudaraan,” tulis Tiga Zaman.

Perjuangan H.R. Djimat Hendro Soewarno

Tokoh kedua yang juga dikenang adalah Almarhum H.R. Djimat Hendro Soewarno, pejuang kemerdekaan sekaligus pendiri Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW-TM).
Dalam dirinya menyatu jiwa pejuang dan pengasuh yang menegakkan nilai-nilai ke-SH-an di tengah perjuangan bangsa.

“Beliau mengajarkan bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya diperjuangkan dengan senjata, tetapi juga dengan budi, sikap, dan persaudaraan yang tulus,” lanjut unggahan akun tersebut.

Teladan dari H.R. Budi Adji Santoso

Sementara tokoh ketiga, Almarhum H.R. Budi Adji Santoso, merupakan pengasuh kedua PSHW-TM setelah H.R. Djimat Hendro Soewarno.
Sebagai abdi negara di Angkatan Laut, beliau melanjutkan perjuangan dengan dedikasi dan kesetiaan luar biasa.

“Dalam ketenangan dan ketegasannya, beliau mengajarkan arti tanggung jawab, loyalitas, serta pentingnya menjaga warisan luhur para pendiri,” tulis Tiga Zaman.

Akun tersebut menegaskan bahwa momentum Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjadi saat untuk menyalakan kembali semangat perjuangan dalam diri setiap warga PSHW-TM.

“Dari Eyang Soero Diwirjo, H.R. Djimat Hendro Soewarno, hingga H.R. Budi Adji Santoso, kita belajar bahwa pahlawan sejati adalah mereka yang berjuang dengan hati, mengabdi dengan tulus, dan menebar persaudaraan tanpa batas,” tulisnya menutup unggahan

 

Narasumber:
Akun Instagram @tigazaman — unggahan peringatan Hari Pahlawan, diakses 10 November 2025.

Logo PSHW-TM dan akun @tigazaman sebagai sumber unggahan.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
SEGENAP JAJARAN PENGURUS DPW & DPD PERSADIN NTB MENGUCAPKAN SELAMAT HARI PAHLAWAN
Next Article
Perbaikan Darurat Gorong-Gorong Box Culvert di Jalan Raya Glodok–Karas, Desa Pelem Kecamatan Karangrejo

Related to this topic:

Be the first to write a comment.