Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Ikuti Upacara Sumpah Pemuda ke-97, GM FKPPI Banyuwangi Serukan Persatuan dan Pengabdian Anak Bangsa

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 menjadi refleksi kebangkitan nasionalisme dan penguatan semangat persatuan di Banyuwangi. Sebanyak 30 anggota Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) PC-1325 Banyuwangi turut ambil bagian dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Selasa (28/10/2025) pagi.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas ruang ekspresi, kreativitas, dan partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah dan nasional.

BACA JUGA : Gemilang KORPRI Night Run 2026 di Hadiri Ketua UMUM

“Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama, Indonesia harus tegak, Indonesia tidak boleh kalah,” tegas Bupatu Ipuk, saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

 

 

Upacara berlangsung khidmat dan sarat makna kebangsaan, diikuti ratusan peserta dari unsur pelajar, mahasiswa, ASN, TNI, Polri, hingga organisasi kepemudaan. Nuansa kedaerahan semakin terasa dengan busana adat Suku Osing yang dikenakan peserta, mencerminkan kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas Banyuwangi.

Turut hadir Wakil Bupati Mujiono, Wakil Ketua DPRD Siti Mafrochatin Ni’mah, serta jajaran Forkopimda Banyuwangi, di antaranya Kapolresta Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., Danlanal Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, M.Sc., dan Dandim 0825 Banyuwangi yang diwakili Danramil 0825/01 Kota Kapten Kav Andoko. Hadir pula para veteran, pimpinan partai politik, organisasi perempuan, serta sejumlah komunitas kepemudaan, termasuk GM FKPPI.

Dalam amanatnya, Bupati Ipuk mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda bukan sekadar seremonial, melainkan energi kolektif untuk meneguhkan komitmen persatuan dan memperkuat daya saing bangsa di tengah tantangan global.

 

 

Ia juga menyoroti prestasi global Banyuwangi, yakni pengakuan Desa Adat Kemiren oleh United Nations Tourism (UN Tourism) sebagai bagian dari The Best Tourism Village Upgrade Program 2025.

“Penghargaan ini membuktikan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang dijaga masyarakat, dengan peran besar anak muda, mampu menginspirasi dunia. Dari tanah Banyuwangi, semangat Sumpah Pemuda terus hidup dan memberi manfaat bagi bangsa,” ujar Ipuk dengan penuh kebanggaan.

Lebih lanjut, Ipuk menegaskan bahwa Pemkab Banyuwangi akan terus membangun ekosistem pengembangan talenta muda melalui pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan hingga tingkat desa.

“Pemuda Banyuwangi harus menjadi motor perubahan, menggerakkan ekonomi kreatif, digitalisasi, hingga pelestarian lingkungan. Jadilah generasi yang tidak hanya bangga pada budaya, tetapi juga mampu mengemasnya menjadi peluang masa depan,” tandasnya.

 

 

Sementara itu, Ketua GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi, KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., menilai bahwa peringatan Sumpah Pemuda merupakan momentum reflektif bagi seluruh generasi muda Indonesia untuk menjaga idealisme dan persatuan bangsa.

“Bagi kami di GM FKPPI, semangat Sumpah Pemuda adalah darah ideologis yang mengalir dalam diri anak-anak TNI dan Polri. Kami tidak hanya mewarisi semangat juang orang tua kami, tapi juga berkewajiban menghidupkannya dalam bentuk pengabdian nyata bagi masyarakat,” ujar Ir. Achmad Wahyudi kepada Bratapos.com.

Ia menegaskan, GM FKPPI Banyuwangi siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun karakter dan kepeloporan pemuda di berbagai sektor, mulai dari sosial, ekonomi, hingga kebudayaan.

“Kami ingin pemuda Banyuwangi tumbuh menjadi generasi unggul yang bermental baja, berpikiran terbuka, dan berintegritas. Itulah esensi dari Sumpah Pemuda yang sesungguhnya,” pungkasnya.

 

 

Upacara ditutup dengan semangat kebersamaan dan lantunan lagu perjuangan yang menggema di halaman Kantor Bupati. Suasana penuh nasionalisme itu seakan meneguhkan kembali janji suci para pemuda 1928:

Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa — Indonesia.

Kini, semangat itu dimaknai ulang dalam konteks zaman: menyatukan tekad untuk maju, berdaya saing global, dan tetap berakar pada budaya sendiri. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Prajurit TNI Kodim 0825/Banyuwangi dan ASN Kobarkan Semangat Persatuan di Upacara Sumpah Pemuda ke-97
Next Article
Anggota GM FKPPI Banyuwangi Lolos Seleksi Pencanangan Patriot Integritas Muda Jawa Timur 2025

Related to this topic:

Be the first to write a comment.