Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Guru Geram, Menu MBG Sumenep Tak Sesuai dan Tak Layak Konsumsi

SUMENEP// Bratapos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang mampu meningkatkan kualitas gizi peserta didik di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, justru menuai sorotan tajam.

Sejumlah guru hingga walid murid di Kecamatan Pragaan, mengeluhkan pelayanan penyedia MBG yang dinilai asal-asalan dan tidak sesuai dengan menu yang telah disepakati sebelumnya.

BACA JUGA : Surat Masuk ke Bupati Deliserdang Tak Berbuah Tindakan, P2BMI dan GRPK Soroti Sikap Dinas Cipta Karya atas Pagar Gudang Tanpa PBG

Salah satu Wali Murid RA, berinisial FT, mengaku ini bukan kali pertama pihaknya menerima makanan yang tidak sesuai menu.

"Kami bukan menolak programnya, tapi pelaksanaannya yang sembrono. Anak-anak butuh makanan bergizi, bukan asal kenyang. Kalau seperti ini terus, tujuannya tidak akan tercapai," tegasnya, Rabu (12/11/2025).

Lanjut ia mengatakan, bahwa pihak sekolah sudah melaporkan hal ini kepada koordinator MBG tingkat kecamatan agar segera ditindaklanjuti.

"Kami berharap pihak yang terlibat benar-benar mengevaluasi penyedia yang tidak disiplin dan tak sesuai. Jangan sampai program bagus seperti ini rusak hanya karena ulah oknum yang asal kerja,"  tambahnya.

Sementara itu, Salah Satu Guru ASN yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, bahwa pihaknya menolak distribusi makanan karena kualitas dan menu yang dikirim jauh berbeda dari daftar yang ditetapkan.

"Seharusnya menunya ayam dan sayuran segar, tapi yang datang cuma nasi putih dengan tahu, cilok, susu indomilk terkadang air botol kecil. Itu jelas tidak sesuai standar gizi yang ditentukan," ujarnya.

Lanjut guru tersebut juga menambahkan, pihaknya menilai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Pragaan, bekerja tidak profesional dan tidak sesuai aturan.

"Kami mendukung program pemerintah yang bagus ini, tapi pelaksanaannya harus serius dan sesuai aturan. Anak-anak tidak boleh dijadikan korban karena kelalaian penyedia," pungkasnya.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Ini Kata Ketua PWI Pusat Saat Hadiri Peresmian Layanan Immunotherapy Nusantara
Next Article
Kasat Lantas Polres Sumenep: Keselamatan Pengguna Jalan Menjadi Prioritas Utama

Related to this topic:

Be the first to write a comment.