Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Bupati Ipuk Lantik Pimpinan Baznas Banyuwangi 2026-2031, Tekankan Sinergi Entaskan Kemiskinan & Digitalisasi Zakat

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani resmi melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi masa bakti 2026–2031 di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Kamis (12/2/2026). Dwi Yanto dipercaya memimpin Baznas Banyuwangi untuk lima tahun ke depan.

Pelantikan tersebut turut disaksikan Ketua Baznas periode 2020–2026, Lukman Hakim, serta jajaran pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

BACA JUGA : Polresta Banyuwangi Sosialisasikan UU Nomor 14 Tahun 2025 tentang Haji dan Umrah, Perkuat Pengawasan PPIU dan PIHK

Dalam sambutannya, Ipuk menegaskan Baznas merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam percepatan penanggulangan kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Saya berharap pimpinan baru Baznas bisa melanjutkan program-program baik yang sudah ditorehkan kepengurusan sebelumnya. Ke depan, kinerja dan prestasi Baznas harus semakin ditingkatkan,” tegas Ipuk.

Ipuk menyoroti bahwa tren penurunan angka kemiskinan di Banyuwangi merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak, termasuk Baznas yang konsisten menyalurkan bantuan kepada mustahik secara terarah.

“Angka kemiskinan di Banyuwangi terus menunjukkan tren menurun berkat kerja keroyokan semua pihak, termasuk Baznas. Sinergi ini harus terus kita pertahankan dan diperkuat,” ujarnya.

Baznas selama ini berperan dalam berbagai program sosial, mulai dari bantuan untuk lansia miskin, keluarga prasejahtera, bedah rumah tidak layak huni, bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, hingga penguatan ekonomi pelaku UMKM.

Menurut Ipuk, optimalisasi potensi zakat, infak, dan sedekah menjadi instrumen penting dalam memperluas jaring pengaman sosial di daerah.

Selain menekankan sinergi, Ipuk juga meminta Baznas Banyuwangi semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Ia mendorong penguatan sistem digital agar para muzakki (wajib zakat) dapat menunaikan kewajibannya dengan mudah, cepat, dan transparan tanpa harus datang langsung ke kantor.

“Baznas harus mampu memanfaatkan digitalisasi. Muzakki cukup mengakses platform yang tersedia untuk menitipkan zakatnya. Ini bagian dari pelayanan yang modern dan akuntabel,” kata Ipuk.

Dengan pendekatan kolaboratif yang ia sebut sebagai “tandang bareng” atau bergerak bersama, Ipuk optimistis semakin banyak warga kurang mampu yang bisa diberdayakan secara berkelanjutan.

“Dengan tandang bareng, kami optimis semakin banyak warga membutuhkan di Banyuwangi yang bisa berdaya, mulai lansia miskin, keluarga prasejahtera, hingga pelaku usaha kecil,” tambahnya.

Ketua Baznas Banyuwangi yang baru, Dwi Yanto, menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan amanah tersebut dan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Kami siap bermitra dengan pemkab, untuk menjalankan seluruh program sosial yang berkaitan dengan kepentingan mustahik,” ujar Dwi.

Ia memastikan, seluruh program yang telah berjalan akan dievaluasi dan disempurnakan, termasuk penguatan layanan berbasis digital sebagaimana arahan Bupati.

“Program sebelumnya akan kami evaluasi dan perbaiki. Termasuk penguatan pelayanan digital agar Baznas mampu menghadirkan layanan zakat yang lebih cepat, mudah, transparan, dan amanah,” tegasnya.

Ke depan, Baznas Banyuwangi juga menargetkan penguatan program ekonomi kerakyatan berbasis zakat produktif untuk mendorong kemandirian mustahik, sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga transformatif.

Dengan kepemimpinan baru dan dukungan penuh pemerintah daerah, Baznas diharapkan menjadi motor penggerak filantropi Islam yang semakin profesional dan berdampak nyata terhadap pengentasan kemiskinan di Banyuwangi. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Uang Habis, Sapi Lenyap, Bumdes Desa Margantoko Disinyalir Fiktif, Bendahara : Uang Sudah Dikasihkan PJ Kades
Next Article
Hakim Patahkan Tuntutan Jaksa, Hakim Sebut Terdakwa Sebagai Otak Perampokan Sadis di Imaan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.