Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Admin Akun SPPG Rubaru 002 Mengaku Pernah Pegang Media Setelah Dikritisi Melalui Pemberitaan

SUMENEP// Bratapos.com – Akun SPPG Rubaru 002 melayangkan protes keras kepada redaksi media melalui pesan langsung (DM) di platform TikTok admin Media Jatim Kita setelah akun tersebut ditandai dalam sebuah konten pemberitaan. Protes itu diwarnai tudingan bahwa tulisan yang dimuat tidak memenuhi kaidah jurnalistik.

Namun, sikap kritis tersebut justru tidak ditunjukkan ketika redaksi mengajukan pertanyaan paling mendasar dan krusial bagi kepentingan publik: apakah SPPG Rubaru 002 memiliki surat hasil uji laboratorium air limbah sebagaimana diwajibkan dalam petunjuk teknis (juknis). Pertanyaan itu tak pernah dijawab secara tegas.

BACA JUGA : Plt Bupati Lisdyarita Resmi Lantik Volunteer Grebeg Suro 2026, Pemuda-Pemudi Bumi Reyog Siap Bergerak

Alih-alih memberikan klarifikasi berbasis data, akun SPPG Rubaru 002 sejak awal percakapan memilih menyerang gaya penulisan dan narasi.

"bikin berita apasih min kok gajelas"
"5W 1H nya dulu di perbaiki min"

Opini yang unggul dalam akun media Jatimkita.id mempersoalkan penyebutan wilayah Sumenep dalam narasi, meskipun Rubaru secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Sumenep.

"di narasi itu menggunakan istilah ‘sumenep’ lantas kenapa rubaru?"
"tag mimin aja ga bener"

Redaksi Jatimkita.id menegaskan, bahwa tulisan yang dipersoalkan merupakan artikel opini, bukan berita lurus (straight news), sehingga pendekatan penulisannya berbeda dan sah menurut kaidah jurnalistik. Penjelasan tersebut disampaikan secara langsung dalam percakapan.

Dalam percakapan DM, akun SPPG Rubaru 002 juga mengklaim memiliki latar belakang di dunia media.
"terus terang saya alumni pegang media juga min"

Namun klaim tersebut dinilai tidak tercermin dalam respons yang diberikan. Alih-alih membantah kritik dengan dokumen, data, atau klarifikasi resmi, akun tersebut justru memilih merendahkan karya jurnalistik dan menyerang personal redaksi.

Ketika redaksi kembali mengarahkan pembahasan pada substansi utama yakni kewajiban kepemilikan surat uji laboratorium air limbah akun SPPG Rubaru 002 tetap menghindar.

"Benar tidak kalau tidak punya surat uji lab air limbah?"
"Kalau SPPG yang tidak punya surat uji lab air limbah bagaimana konsekuensinya sesuai juknis?"

Pertanyaan tersebut tidak dijawab. Sebaliknya, akun SPPG Rubaru 002 merespons dengan pernyataan bernada merendahkan dan menutup ruang dialog substantif.

"yang pegang medianya aja gini pantes"
"saya ga punya waktu buat ladenin individu yang hanya sekedar beropini".

Bungkam atas Dokumen, Publik Menunggu Jawaban
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun pernyataan resmi, klarifikasi tertulis, maupun bukti dokumen dari pihak SPPG Rubaru 002 terkait kepemilikan surat hasil uji laboratorium air limbah.

Redaksi menegaskan bahwa kritik terhadap media merupakan hal yang sah dalam iklim demokrasi. Namun, kritik terhadap bentuk pemberitaan tidak serta-merta menggugurkan kewajiban menjawab isu faktual yang menyangkut lingkungan hidup dan kepentingan publik.

Media menilai, apabila SPPG Rubaru 002 merasa keberatan atas kritik yang disampaikan, maka jawaban paling tepat adalah transparansi dan pembuktian dokumen, bukan pengalihan isu, serangan personal, atau klaim sepihak tanpa data.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Respons Cepat Dinas PU CKPP Banyuwangi, Jalan Kepiting Ditambal Usai Viral
Next Article
Satlantas Polres Sumenep Laksanakan Pengawalan dan Gatur Lalin Unras

Related to this topic:

Be the first to write a comment.