Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Memangkas Jarak 80 Persen, Jembatan TMMD ke-125 di Banyuwangi Siap Dongkrak Ekonomi Warga

BANYUWANGI || Bratapos.com — Harapan warga Kecamatan Siliragung untuk memiliki akses jalan yang aman dan cepat segera terwujud. Pembangunan jembatan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi kini hampir rampung. Infrastruktur yang menghubungkan dua desa ini diprediksi memangkas jarak tempuh hingga 80 persen, sekaligus menjadi urat nadi baru bagi perekonomian warga.

Sejak pagi, puluhan personel TNI bersama warga Desa Kesilir dan sekitarnya tampak bergotong royong di lokasi. Cuaca cerah dimanfaatkan secara maksimal oleh Satgas TMMD untuk mempercepat pengerjaan, memastikan target selesai tepat waktu.

BACA JUGA : Pemprov Banten Salurkan Kursi Roda untuk Disabilitas dan Lansia di Kabupaten Tangerang

Jembatan ini akan menjadi jalur vital yang menghubungkan dua wilayah di Kecamatan Siliragung, mempersingkat waktu tempuh dan mempermudah mobilitas warga. Tak hanya memudahkan akses pendidikan dan layanan kesehatan, keberadaannya juga akan memperlancar distribusi hasil pertanian ke pasar, sehingga berpotensi mengangkat perekonomian desa.

Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., sekaligus Dansatgas TMMD ke-125, menyebut bahwa pembangunan ini adalah bukti nyata sinergi TNI dan rakyat.

"TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi warga di wilayah terpencil. Jembatan ini akan menjadi penghubung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat," ujar Dandim 0825, Selasa (12/8/2025).

Bagi warga, rampungnya jembatan ini adalah harapan lama yang akhirnya terwujud. Sutrisno (55), petani jeruk asal Dusun Silirsari, mengaku selama ini harus memutar sejauh lima kilometer untuk membawa hasil panennya ke pasar.

"Kalau jembatan ini jadi, perjalanan kami bisa lebih cepat dan ongkos angkut turun. Ini sangat membantu, apalagi saat musim panen," tutur Sutrisno, dengan senyum lega.

Hal senada disampaikan Rukiyah (39), seorang ibu rumah tangga yang setiap minggu mengantarkan anaknya ke sekolah di desa tetangga.

"Biasanya harus menyeberang sungai pakai jembatan bambu yang licin. Kalau hujan, kami takut. Sekarang sudah tidak khawatir lagi," ungkap Rukiyah.

Selain proyek fisik, TMMD ke-125 juga melaksanakan program non-fisik seperti penyuluhan kesehatan, pendidikan, dan wawasan kebangsaan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan desa secara menyeluruh, baik dari sisi infrastruktur maupun kualitas sumber daya manusia.

Dengan progres yang sudah mendekati 100 persen, jembatan ini diperkirakan bisa segera digunakan dalam waktu dekat. Kehadirannya menjadi simbol kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus membuka babak baru bagi kemajuan wilayah selatan Banyuwangi. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Polresta Banyuwangi Ungkap 8 Kasus Curanmor, Amankan 6 Tersangka dan 10 Motor
Next Article
Kemnaker dan Austria Perkuat Pendidikan Vokasi di BPVP Banyuwangi

Related to this topic:

Be the first to write a comment.