Tembeng Putek-Lombok Timur|| - Terus tidak terpakainya lapangan Desa Tembeng Putek Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur sejak pertama kali di buka hampir tiga tahun lalu membuat Persatuan Sepak Bola Lengkok (PS Lank) geram.
Kemarahan atas terbengkalainya lapangann sepak bola yang di miliki oleh pemerintah desa ini dialamatkan ke pihak kepala desa Tembeng Putek Kecamtan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Pemerintah Desa dituding tidak serius mengurus lapangan sepak bola tersebut hingga saat ini tidak bisa dimampaatkan oleh warga.
BACA JUGA :
Satpol PP Rembang Sisir Wilayah Lasem, Kumpulkan Informasi Peredaran Rokok Ilegal
Padahal dana desa yang dikeluarkan cukup besar yakni sebesar Rp 200 juta untuk membuat talud disekitar lapangan sepak bola ini yang bersumber dari dana desa. Meski sudah menggelontorkan dana besar, namun akibat buruknya perncananan penataan lapangan ini mengakibatkan air dari irigasi sawah warga masih masuk dan menggenangi lapangan, akibatnnya permukaan lapangan jadi becek dan licin.
Alih alih memikirkan pembenahan guna mecegah lapangan tergenang air, Sekertaris Desa Tembeng Putek mengizinkan pihak kontraktor membuang limbah sigmentasi sungai ke tengah lapangan dengan dalih mengatasi lapangan becek dan berlumpur. Namun keputusan Sekerus desa tersebut membuat lapangan sepak tersebut tidak bisa di gunakan akibat alat berat yang digunakan untuk meratakan limbah sungai dari proyek normalisasi aliran sungai itu mangkrak di dalam lapangan.
" Selain alat berat yang mangkrak, terdapat banyak pecahan botol dan batu tajam tersebar di tengah lapangan yang terbawa dari pembersihan sigmentasi sungai itu" Terang Amaq Raya Anggota Klub Devisi satu Assosiasi Sepak Bola Kabupaten ( ASKAB) Lombok Timur ini.
Pihak Klub PS Lang bukannya tanpa usaha untuk segera menikmati lapangan sepak bola ini. Meski alat berat masih berada di dalam lapangan, anggota klub bergotong royong untuk meratakan permukadn lapangan dengan menimbun areal yang tergerus air irigasi sawah warga. Alih alih bisa di gunakan untuk berlatih setelah oleh PS Lank setelah lapangan di ratakan. Malah pemerintah Desa Tembeng Putek mengizinkan Rona Rona dan pasar malam di lapangan desa tersebut. Akibnya, kondisi permukaan lapangan rusak, bergelombang.
" Kami sudah protes ke pihak Desa dan direspon dengan mendatangkan tanah uruk lalu di tumpuk begitu saja di tengah lapangan tanpa di ratakan" ucap Zamroni salah seorang pengurus PS Lank .
Bahkan Tokoh pemuda Desa Tembeng Putek ini berencana mengruduk kantor Desa Tembeng Putek guna mendesak Kepala Desa supaya segera memulihkan kondisi lapangan dan bisa di gunakan untuk berlatih.
Sementara itu ketua PS Lank "Imtihan MPd" mengaku tidak habis pikir dengan pola pikir pemerintah desa yang terkesan mengacuhkan kepentingan warganya yang berolah raga dengan lebih mementingkan pendapatan desa dari izin digelarnya pasar malam yang tidak seberapa.
" Jika ditempat lain Kepala Desa berusaha keras memajukan desanya dengan pemberdayaan pemuda terutama olah raga sepak bola dengan usaha keras serta anggaran yang besar, namun sebaliknya yang dilakukan oleh pemerintah Desa Tembeng Putek" Keluh salah seorang Pendiri PS Lank ini.
Sekertaris Desa Tembeng Putek Syamsul Rizal memilih bungkam ketika media ini mngkonfirmasi keluhan PS Lank ini. sementara itu kepala desa Tembeng Putek Kecamatan Wanasaba Drs Fahmi menyebut jika kegiatan pasar malam tersebut di selenggarakan oleh Karang Taruna Desa Tembeng Putek, bukan oleh pihak kepala desa. Menurut Fahmi, pihak Karang Taruna berjanji akan segera melakukan perbaikan dengan meratakan permukaan lapangan dalam waktu dekat ini
"Seharusnya sudah selesai di kerjakan perayaan permukaan lapangan itu,namun terkendala bulan pusa kemarin" Tutup Kades Fahmi
Prev Article
Kabupaten Sidoarjo Kembali Terima Opini WTP Kedua belas Kali Berturut-turut
Next Article
Pasangan Belum Menikah di Madiun, Tersangka Penelantaran Bayi, Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara