Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Jooos, Hendrosari Punya Gawe Dua Hari Dua Malam, 3 Gunungan Raksasa Jadi Perhatian Warga

GRESIK || Bratapos.com. Terlihat kentel, guyub, rukun itulah yang ditunjukkan oleh masyarakat Desa Hendrosari Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik pada saat desanya duwe gawe (punya hajat) yakni sedekah bumi. Pemdes Hendrosari bahkan acara yang dilaksanakan tiap tahun itu dilaksanakan selama dua hari dua malam pada tahun 2025 ini.

 

BACA JUGA : Diiringi Sholawat dan Tradisi Pedang Pora, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan Resmi Tinggalkan Polresta Banyuwangi

Rangkaian acara dimana diawali pada hari Jumat 23 Mei 2025 dengan istigosah dan pengajian. Kemudian dilanjut dengan campursari dan wayang kulit sampai pagi hari. Tidak hanya itu saja acara yang dihelat guyub rukun itu, pada Sabtu 24 Mei 2025 arak-arakan tiga gunungan raksasa yang mengelilingi perkampungan. Kemudian sekitar jam 10 masyarakat berbondong-bondong ke kantor Balai Desa membawa serahan atau ancak untuk di doakan. Lalu tiga gunungan raksasa hasil bumi yang sudah dihiasi sekian rupa usai pembacaan doa langsung diserbu oleh warga. Kemudian malam hari masyarakat terus dihibur pertunjukan yakni Ludruk dari Mojokerto. Masyarakat tumpah ruah memadati kantor balai desa.

 

Kepala Desa Hendrosari Asno mengatakan sedekah bumi ini sudah menjadi tradisi bagi warga, sehingga harus dilestarikan. Tujuan diadakan sedek bumi itu setiap tahun, berarti kita bertanda bersyukur. 

 

"Tradisi ini merupakan ungkapan syukur atas hasil bumi dan merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat. Sedekah bumi yang dilakukan oleh masyarakat kami sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan hasil bumi yang mereka tuai," katanya.

 

"Upacara ini juga dianggap sebagai bentuk penghormatan dan pelepasan kepada leluhur yang telah memberikan warisan budaya dan kearifan lokal," jelasnya.

 

Menjaga kelestarian lingkungan, Melestarikan budaya lokal, Membangun rasa kebersamaan dan persatuan di antara warga, Melestarikan warisan budaya dan kearifan lokal, Memperkuat identitas budaya masyarakat.

 

"Dengan demikian, sedekah bumi merupakan tradisi yang kaya akan makna dan nilai-nilai luhur yang terus dilestarikan oleh masyarakat Jawa sebagai bagian dari warisan budaya mereka," ujar Kasiadi salah satu warga.

 

"Tahun ini sangat meriah. Bahkan pertunjukan hiburan sangat lengkap. Sebab kepanitiaannya langsung di koordinir oleh jajaran RT, RW, BPD, Karang Taruna dan Tokoh masyarakat. Sehingga sedekah bumi tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya," jelas Kasiadi.

 

Pewarta Jamal Sintaru

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Bupati Sidoarjo Kuatkan Sinergi Dengan Para Ulama Sidoarjo
Next Article
Bratapos Akan Menggelar Rakernas dan Anniversary ke- X1 Tahun 2025, LP-KPK NTB Beri Dukungan Full

Related to this topic:

Be the first to write a comment.