Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Retak Rambut" di Jalan Rp7,9 Miliar — Kontraktor Tenang, Warga Resah, Dinas PU Diminta Turun Cek

‎Tuban || Bratapos.com - Proyek strategis Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Lingkar Tuban (Paket III) yang dibiayai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2026 senilai Rp7.903.050.000,00, justru memicu kekecewaan dan keresahan di kalangan masyarakat. Pasalnya, jalan yang baru saja rampung dikerjakan dan belum lama dimanfaatkan warga, kini terlihat mengalami keretakan di sejumlah titik sepanjang ruas jalan tersebut.

‎

BACA JUGA : Siapa yang Diuntungkan dari Viral Video Call Y dan RO? Kuasa Hukum Zanzabella Buka Suara

‎Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, kondisi permukaan jalan rabat beton terlihat sudah tidak mulus lagi. Retakan-retakan tampak jelas di beberapa bagian, seolah kualitas pengerjaan belum benar-benar mengeras dan mengikat dengan baik. Warga yang melintas setiap hari menyayangkan hal tersebut, mengingat anggaran yang digunakan terbilang besar.

‎

‎"Ini baru selesai belum berapa lama, kok sudah retak-retak begini? Bayangkan nilainya hampir Rp8 miliar, tapi hasilnya seperti ini. Takutnya belum lama sudah rusak parah," ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

‎

‎Yang lebih memiriskan, saat ditemukan keretakan tersebut, pihak kontraktor yang mendapat amanah mengerjakan proyek itu hanya melakukan penanganan berupa penambalan sederhana di bagian yang retak. Seolah sekadar menutup lubang agar terlihat rapi di permukaan, tanpa menelusuri akar penyebab keretakan tersebut terjadi.

‎

‎Langkah ini memicu kekhawatiran warga. Pasalnya, penambalan di atas keretakan lama tidak akan menyelesaikan masalah secara menyeluruh. Jika fondasi atau campuran material tidak sesuai spesifikasi, keretakan dikhawatirkan akan muncul kembali dalam waktu yang sangat singkat.

‎

‎Awak media akhirnya berupaya mengonfirmasi langsung ke pihak kontraktor. Didik, yang mewakili pelaksana proyek, memberikan penjelasan singkat terkait kondisi tersebut:

‎

‎"Itu retak rambut, Pak. Masih ada masa pemeliharaan, Bapak," ucap Didik singkat saat dihubungi awak media.

‎

‎Penjelasan bahwa keretakan itu tergolong "retak rambut" dan masih dalam masa pemeliharaan tentu belum sepenuhnya memuaskan rasa ingin tahu publik. Warga berhak mengetahui: apakah campuran beton sudah sesuai spesifikasi teknis? Apakah pemadatan tanah dasar sudah dilakukan dengan benar? Dan apakah penambalan yang dilakukan sudah cukup menjamin keawetan jalan dalam jangka panjang?

‎

‎Publik berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tuban selaku pengguna anggaran segera menurunkan tim teknisnya untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi. Hal ini penting guna memastikan bahwa:

‎

‎1. Kualitas material dan pengerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis dalam kontrak

‎

‎2. Penanganan keretakan dilakukan secara benar dan tuntas, bukan sekadar penambalan permukaan

‎

‎3. Masa pemeliharaan benar-benar dijalankan dengan serius oleh kontraktor, sehingga jalan dapat awet sesuai usia rencana penggunaannya

‎

‎"Hampir Rp8 miliar uang rakyat habis di sini. Jangan sampai hanya jadi cerita, jalan baru sudah rusak dan diperbaiki asal-asalan. Kami butuh penjelasan yang transparan dan pertanggungjawaban yang jelas," harap warga.

‎

‎pewarta BRndi

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Bahayakan Keselamatan Pekerja, K3 Diabaikan,Proyek Milliaran Revitalisasi Kecamatan Tambelangan Disorot.
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.