Sampang | bratapos.com -pembangunan ruang kelas baru (RKB) TK Roudlatul Ulum di Desa Jelgung, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menuai sorotan. Proyek yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang tersebut diduga ada sejumlah kejanggalan, mulai dari tidak terpasangnya papan informasi hingga penggunaan material yang kualitasnya dipertanyakan.
BACA JUGA :
Retak Rambut" di Jalan Rp7,9 Miliar — Kontraktor Tenang, Warga Resah, Dinas PU Diminta Turun Cek
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (18/10/2026), papan informasi proyek yang sedang dikerjakan tersebut tidak terlihat terpasang. Kondisi itu menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi pelaksanaan pekerjaan yang menggunakan anggaran publik, terutama terkait nilai kontrak, pelaksana kegiatan, sumber anggaran, dan jangka waktu pengerjaan.
Selain persoalan transparansi, penggunaan material untuk pekerjaan konstruksi juga menjadi perhatian. Di lokasi ditemukan dua jenis pasir dengan kondisi berbeda. Salah satu material terlihat memiliki kualitas lebih baik, sedangkan pasir lainnya menimbulkan keraguan terhadap kelayakannya untuk digunakan dalam pekerjaan pembangunan.
Adapun material batu koral yang digunakan untuk campuran cor juga menjadi sorotan karena menggunakan batu lokal. Kondisi tersebut perlu diperjelas melalui pemeriksaan teknis untuk memastikan material yang digunakan memenuhi spesifikasi dan persyaratan konstruksi yang telah ditetapkan.
Temuan visual di lapangan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa material tidak memenuhi standar. Namun, perbedaan kondisi pasir dan penggunaan batu lokal menjadi alasan perlunya penjelasan dari pihak pelaksana maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang mengenai spesifikasi material, hasil pemeriksaan mutu, dan kesesuaiannya dengan dokumen teknis pekerjaan.
Raden Roro Dewi Trisna, Kabid PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa proyek di TK Roudlatul Ulum, Desa Jelgung, merupakan pembangunan ruang kelas baru dengan anggaran sekitar Rp300 juta dari APBD Kabupaten Sampang melalui satuan kerja Dinas Pendidikan.
Ia mengungkapkan bahwa proyek tersebut merupakan jalur aspirasi melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Sampang dari Fraksi PDI Perjuangan atas nama Imam Buchori Muslim.
“Itu Pokir-nya Imam, anggota DPRD Sampang,” ungkap Dewi saat diwawancari di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2026).
Terkait penggunaan material, seperti dua jenis pasir dan batu cor lokal, Dewi menyebut bahwa material tersebut telah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Kendati demikian, mengenai tidak terpasangnya papan informasi di lokasi, ia mengaku sejak awal telah mengingatkan pihak pelaksana agar papan informasi dipasang selama tahap pengerjaan.
“Material pasir itu sudah sesuai RAB. Kalau batu cor, memang tidak masalah menggunakan batu lokal, tetapi harus berkualitas tinggi. Saya sudah mewanti-wanti sebelumnya kepada pelaksana agar papan informasi dipasang. Ini menjadi peringatan bagi pelaksana,” tegasnya.
Sementara itu, Imam Buchori Muslim, anggota DPRD Sampang dari Fraksi PDI Perjuangan, membenarkan bahwa proyek pembangunan RKB di TK Roudlatul Ulum, Desa Jelgung, tersebut merupakan jalur aspirasi melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) dirinya.
Kendati demikian, terkait temuan yang dipersoalkan mengenai penggunaan material dan tidak terpasangnya papan informasi proyek, pihaknya menegaskan akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Iya, benar itu Pokir. Kalau terkait pelaksanaan proyek, silakan ke pelaksananya. Namun, terkait informasi itu, akan segera kami tindak lanjuti,” tuturnya.
Sekadar informasi, berdasarkan penelusuran pada laman resmi pengadaan, proyek tersebut tercatat dikerjakan oleh CV Kehidupan Baru yang beralamat di wilayah Gunung Sekar, Kabupaten Sampang, dengan nilai anggaran Rp299.325.852.
Di sisi lain, tidak terpasangnya papan informasi di lokasi pekerjaan membuat masyarakat kesulitan memperoleh informasi langsung mengenai detail proyek. Padahal, keterbukaan informasi merupakan salah satu unsur penting dalam pengawasan pembangunan yang bersumber dari anggaran publik.
Atas kondisi tersebut, pihak CV Kehidupan Baru perlu memberikan penjelasan terkait tidak adanya papan informasi, jenis material yang digunakan, serta jaminan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan nilai anggaran yang telah ditetapkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak CV Kehidupan Baru. Upaya konfirmasi lanjutan masih dilakukan.
Riyan
Prev Article
Peringatan Hari Santri 2026, Anggota DPR RI Supriyanto: Santri Adalah Penjaga Masa Depan Bangsa