Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Warga Desa Tanjungsepereh Blokade Jalan, Protes Truk Tambang Overload dan Tuntut Perbaikan Jalan Permanen

Magetan || Bratapos.com - Ratusan warga Desa Tanjungsepereh, Kecamatan Maospati, Magetan, hari ini, Rabu (4/5/2025) turun ke jalan untuk memblokade akses utama desa sebagai bentuk protes terhadap aktivitas truk tambang yang kerap melintas dengan muatan berlebih (overload). Aksi ini bukan yang pertama kalinya dilakukan warga. Pada tahun 2017, kejadian serupa pernah terjadi akibat kerusakan jalan yang disebabkan oleh truk-truk bertonase tinggi tersebut.

Koordinator aksi, Kingkin Prasetio, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Serikat Buruh Mandiri Rakyat (SBMR), menyatakan bahwa kesabaran warga telah habis. 

BACA JUGA : Persami KKRI Kodim 0825/Banyuwangi Bentuk Generasi Berkarakter, Disiplin dan Berjiwa Nasionalisme

“Warga sudah sangat geram. Truk-truk tambang ini terus melintas melalui jalan desa dengan muatan yang jauh melebihi kapasitas. Jalan desa rusak parah, debu bertebaran, dan sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan,” ujar Kingkin.

Sementara itu, dalam aksinya, warga mendesak agar Pemerintah dan pihak perusahaan tambang bertanggung jawab secara serius. Mereka menolak perbaikan jalan secara tambal sulam, dan menuntut perbaikan total menggunakan hotmix asphalt agar kualitas jalan tahan lama.

Selain itu, warga juga menyoroti pemasangan papan informasi perencanaan pelebaran jalan di Jalan Cempaka. Menurut warga, mereka tidak menolak proyek pelebaran tersebut, namun meminta agar semua proses dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Salah satunya adalah adanya mekanisme ganti untung, bukan sekadar ganti rugi, bagi lahan milik warga yang terdampak proyek tersebut.

“Kami mendukung pembangunan, termasuk pelebaran jalan, asalkan dilakukan dengan adil dan transparan. Jangan sampai warga dikorbankan demi kepentingan investor atau perusahaan,” tegas Kingkin.

Aksi blokade ini berlangsung damai dengan penjagaan dari aparat keamanan. Warga menyatakan akan terus melakukan aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak ditanggapi secara serius. (Jhon Mongaz)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Polsek Taman Ungkap Peredaran Miras Ilegal, Seorang Nenek 70 Tahun Diamankan
Next Article
Diduga Untungkan Oknum, Proyek Pavingisasi di Desa Sumberrejo Dipertanyakan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.