MAGETAN || Bratapos.com - Telaga Sarangan, salah satu ikon wisata Kabupaten Magetan, terus menghadapi tantangan besar terkait kebersihan, khususnya soal sampah yang sering berserakan akibat kunjungan wisatawan. Masalah ini telah menarik perhatian baik dari masyarakat setempat maupun pemerintah daerah, serta pelaku industri pariwisata yang berusaha bersama-sama mencari solusi.
Belakangan ini, isu sampah di sekitar Telaga Sarangan mencuat ke publik setelah pengunjung yang datang, baik dari dalam maupun luar daerah, meninggalkan sampah sembarangan. Menyikapi hal ini, Komisi B DPRD Kota Magetan, yang dipimpin oleh Ketua Rita Haryati, melakukan inspeksi mendalam bersama dinas terkait untuk memantau kondisi kebersihan di kawasan wisata tersebut.
BACA JUGA :
Pemerintah Desa Pucangan Laksanakan Kegiatan Posyandu ILP Untuk Tingkatkan Kesehatan Balita Hingga Lansia
Koordinator LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Wilayah Mataraman, Wiji, beserta Sekretaris LIRA Agus, juga terjun langsung ke lokasi untuk memantau perkembangan situasi sampah dari malam hingga pagi hari. Dalam pengamatannya, Wiji menemukan fakta bahwa banyaknya sampah yang tersebar disebabkan oleh rendahnya kesadaran wisatawan dalam membuang sampah pada tempatnya.
"Kami menemukan banyak sekali sampah yang berserakan di sekitar Telaga Sarangan. Aktivitas wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah, menjadi penyebab utama. Sayangnya, kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan masih sangat minim," jelas Wiji pada Minggu (26/1/2025).
Menanggapi keluhan masyarakat dan temuan tersebut, PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kabupaten Magetan segera mengambil langkah konkret. Dalam upaya menjaga kebersihan, PHRI memasang 20 titik tempat sampah plastik di beberapa lokasi strategis di sekitar Telaga Sarangan.
"Sebagai bagian dari industri pariwisata, kami merasa bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan Sarangan. Kami juga berpartisipasi membeli plastik sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan Telaga Sarangan, yang beberapa waktu lalu ramai dibicarakan akibat tumpukan sampah," ungkap Nisan, Sekretaris PHRI Magetan.
Selain itu, Nisan juga menawarkan berbagai promosi menarik bagi pengunjung, terutama menjelang acara "Larung Tumpeng Sarangan," yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan.
"Kami ingin memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan yang datang ke Sarangan. Tidak ada lagi cerita tentang Sarangan yang penuh sampah. Mari kita wujudkan bersama Sarangan yang bersih dan ramah lingkungan," tambah Nisan.
Langkah cepat dari PHRI ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Agus Suyanto, Sekretaris LIRA Magetan, yang merasa langkah tersebut sangat membantu Pemkab Magetan dalam menangani masalah sampah.
"Kami sangat mengapresiasi upaya PHRI. Tindakan cepat mereka sangat mendukung Pemkab Magetan dan dinas terkait dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan wisatawan di Sarangan," ujar Agus.
Dengan dukungan dari berbagai pihak dan langkah nyata yang telah diambil, diharapkan Telaga Sarangan akan terus berkembang menjadi destinasi wisata yang lebih bersih, nyaman, dan ramah lingkungan.
"Mari bersama-sama buktikan bahwa kita bisa menjadikan Sarangan luar biasa," tandas Agus. [jhon mongaz]
Prev Article
PERSADIN NTB Mengucapkan Selamat Memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1446 H
Next Article
Plt. Bupati Sidoarjo Apresiasi Kinerja PPK Berhasil Sukseskan Penyelenggaraan Pilkada di Sidoarjo