Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

SOBAT RSUD Dolopo: Solusi Antar Obat ke Rumah, Tingkatkan Layanan dan Berdayakan Masyarakat

Madiun || Bratapos.com - Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD Dolopo yang berada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Madiun resmi meluncurkan program inovatif bernama SOBAT (Sahabat Antar Obat). Program ini memungkinkan pasien rawat jalan menerima obat langsung di rumah tanpa perlu menunggu lama di apotek rumah sakit.

Direktur RSUD Dolopo, drg. Mulyadi, M.Kes, menyampaikan bahwa SOBAT dirancang sebagai solusi nyata untuk mempermudah pasien rawat jalan dalam mendapatkan obat secara cepat, aman, dan nyaman.

BACA JUGA : Kemen HAM RI Perkuat Sinergi Lintas Sektoral untuk Pemajuan HAM di Jawa Timur

“Pasien tidak perlu lagi mengantre lama di apotek setelah berobat. Cukup mendaftar di loket layanan SOBAT yang tersedia di Gedung Farmasi, melakukan pengisian data dan alamat pengiriman, serta membayar ongkos kirim. Selanjutnya, obat akan langsung diantar ke rumah pasien oleh petugas kami,” jelas drg. Mulyadi saat ditemui pada Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, program SOBAT ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara RSUD Dolopo dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) MWC Kecamatan Dolopo, dengan tujuan memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok desa. Saat ini, pengantaran obat sudah mencakup tujuh kecamatan, yaitu: Dolopo, Geger, Kebonsari, Dagangan, Wungu, Kare, dan Jiwan.

Selain itu, untuk mendukung kelancaran operasional, RSUD Dolopo menyediakan sistem pendataan dan penjadwalan pengiriman yang terintegrasi. Pasien cukup menyerahkan resep dari dokter dan mengisi informasi yang diperlukan di loket SOBAT. Obat yang sudah ditebus akan diproses dan dikirim pada hari yang sama atau sesuai antrean layanan.

Layanan SOBAT juga memperhatikan aspek keterjangkauan bagi masyarakat. Adapun tarif pengiriman ditetapkan sebagai berikut:

Rp10.000 untuk pengiriman ke wilayah Kecamatan Dolopo, Geger, Kebonsari, dan Dagangan

Rp20.000 untuk wilayah Kecamatan Wungu, Kare, dan Jiwan

Biaya tersebut dibayarkan saat pendaftaran dan bersifat tetap tanpa tambahan biaya lain, sehingga memudahkan perencanaan pengeluaran pasien.

Program SOBAT tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh pasien dan keluarga, namun juga mendapat pengakuan dari Pemerintah Kabupaten Madiun. Dalam ajang Lomba Inovasi dan Teknologi Kabupaten Madiun 2025, SOBAT berhasil meraih Juara II kategori Inovasi Daerah, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan.

Lebih dari sekadar pengiriman obat, SOBAT juga berfungsi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui kerjasama dengan LPNU, program ini memberdayakan pemuda-pemuda lokal sebagai kurir obat, sehingga membuka peluang kerja dan mengurangi angka pengangguran di kawasan sekitar rumah sakit.

“Kami ingin SOBAT tidak hanya menjadi layanan yang memudahkan pasien, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata. Dengan melibatkan pemuda sebagai tenaga pengantar, kami turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara inklusif,” tutup drg. Mulyadi.

 

 

 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Tidak Transparan, Program Revitalisasi SDN Astapah 1, Rawan Penyimpangan Sebagai Ladang Korupsi
Next Article
KUR BRI Berdayakan UMKM Lokal, Ciptakan Lapangan Kerja dan Perkuat Ekonomi Ponorogo

Related to this topic:

Be the first to write a comment.