Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Mahasiswa Geram, Akibat Adanya Sengketa dan Intervensi Eksternal, Pelantikan BEM dan Organisasi Mahasiswa Universitas Mataram Tertunda

          M.Ferdy Budiman (DPM FHISIP)

 

BACA JUGA : Pentas Seni dan Perpisahan Siswa TK Negeri 1 Batulayar Berlangsung Meriah dan Sukses

Mataram, NTB||bratapos.com--Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) Universitas Mataram tahun 2025 telah resmi berakhir pada tanggal 14 Maret 2025. Ajang demokrasi tahunan ini menjadi wadah bagi seluruh mahasiswa Universitas Mataram untuk memilih Ketua dan Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat universitas. Seperti tahun-tahun sebelumnya, PEMIRA menjadi momen penting yang merefleksikan partisipasi dan dinamika politik kampus.

Terdapat tiga pasangan calon (paslon) yang maju dalam kontestasi tahun ini. Ketiganya membawa visi, misi, serta program kerja unggulan yang diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan mahasiswa. Dari ketiga pasangan calon ini hanya pasangan Lalu Nazir Huda dan M Yoga Alhamid yang memenuhi persyaratan dan lolos verifikasi berkas.

Dikarenakan hanya pasangan Lalu Nazir Huda dan M Yoga Alhamid yang memenuhi persyaratan dan lolos verifikasi berkas. Maka pasangan ini dinyatakan menang secara aklamasi. Dan ditetapkan sebagai pasangan Ketua dan Sekretaris Jenderal terpilih.

Sayangnya, hingga saat ini, pelantikan pasangan terpilih belum juga dilaksanakan. Proses pelantikan yang seharusnya dilakukan segera setelah pengumuman pemenang, kini terhenti di tengah jalan akibat munculnya tendensi dari kepentingan eksternal kampus yang ikut mencampuri urusan PEMIRA.

Selain intervensi eksternal, sengketa dari paslon yang kalah juga menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pelantikan. Mereka tidak menerima hasil aklamasi dan menuding adanya ketidakadilan serta manipulasi dalam proses Pemilihan Raya Universitas Mataram 2025. Sengketa ini telah diajukan ke Birokrasi Universitas dan ingin melibatkan Tim Hukum UNRAM.

Akibat belum dilantiknya Ketua dan Sekjend terpilih, organisasi-organisasi mahasiswa di lingkungan Universitas Mataram pun ikut terdampak. Pelantikan kepengurusan organisasi internal seperti Unit Kegiatan Mahasiswa Grahapala Rinjani dan lainnya turut tertunda karena menunggu kepastian pelantikan di tingkat universitas.

Keterlambatan ini menimbulkan efek domino yang serius. Banyak program kerja mahasiswa yang telah dirancang sejak awal tahun kini terpaksa ditunda atau bahkan dibatalkan karena belum ada struktur organisasi resmi yang dapat menjalankan administrasi kegiatan.

Dampak yang paling terasa adalah tertundanya proses pencairan dana organisasi mahasiswa. Dalam sistem keuangan Universitas, pencairan anggaran untuk kegiatan mahasiswa hanya dapat dilakukan oleh pengurus yang telah dilantik secara resmi dan tercatat dalam Surat Keputusan (SK) Rektor.

Dengan belum adanya pelantikan, maka SK tersebut belum dapat diterbitkan, yang berarti tidak ada dana yang bisa dicairkan. Padahal, banyak organisasi mahasiswa yang sudah merancang kegiatan seperti pelatihan, lomba, hingga pengabdian masyarakat sejak jauh hari. “kami dari bulan januari keluar masuk gedung rektorat untuk meminta dana organisasi mahasiswa akan tetapi tidak dapat dicairkan dikarenakan SK kami belum ada, dan bisa dikatakan ketua ilegal” ungkap Wahyu salah satu ketua Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Grahapala Rinjani.

Situasi ini menimbulkan keresahan di

kalangan mahasiswa. Banyak yang mempertanyakan integritas dan komitmen pimpinan kampus dalam mendukung otonomi dan dinamika mahasiswa. Beberapa elemen mahasiswa bahkan mulai menggagas aksi solidaritas dan petisi untuk mendesak percepatan pelantikan.

Lebih dari sekadar urusan pelantikan, kondisi ini menunjukkan betapa rentannya proses demokrasi kampus terhadap intervensi yang tidak seharusnya terjadi. Ke depan, perlu adanya sistem yang lebih kuat dan independen untuk melindungi integritas PEMIRA serta mencegah pengaruh pihak luar yang dapat merusak tatanan organisasi mahasiswa.

Sebagai penutup, harapan besar disematkan kepada pihak kampus, khususnya birokrasi dan lembaga mahasiswa, untuk segera menyelesaikan polemik ini. Pelantikan pasangan Lalu Nazir Huda dan M. Yoga Alhamid harus segera dilakukan demi keberlangsungan roda organisasi mahasiswa Universitas Mataram dan demi menjaga semangat demokrasi yang sehat di lingkungan kampus.

Hidup Mahasiswa

Hidup Rakyat Indonesia

Hidup Perempuan Indonesia

 

#Pelantikan_Organisasi_Mahasiswa

#Selamatkan_Demokrasi_Mahasiswa

#Universitas_Mataram

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
TNI dan Petani Bersatu, Semangat Dalan Mewujudkan Ketahanan Pangan
Next Article
Respon Cepat DPR D Kabupaten Ponorogo, Menindaklanjuti Aduan Aliansi Masyarakat Korban BRI

Related to this topic:

Be the first to write a comment.