Lombok Barat, NTB||- Kotasi Wisata Senggigi (Biro Perjalanan Wisata), menginisiasi aksi gotong-royong Jum'at Bersih dalam melaksanakan, “Gerakan Wisata Bersih (GWB)” di kawasan senggigi sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menghadirkan destinasi wisata yang bersih dan lestari menuju pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Ketua Kotasi Senggigi, "H.MUH. TAUHID", dalam wawancaranya dengan bratapos.com, Kamis malam (8/5/2025), mengatakan bahwa Gerakan Wisata Jum'at Bersih ini menjadi salah satu aksi bersama untuk mengatasi persoalan kebersihan terhusus pada kawasan destinasi wisata senggigi.
BACA JUGA :
Festival Lomba Seni Dan Sastra Siswa Nasional FLS3N Jenjang Pendidikan Dasar SMP Dan SD Sederajat 2026
Aktivasi Gerakan Wisata Jum'at Bersih di senggigi akan diadakan di beberapa titik di sepanjang senggigi yakni dimulai dari depan Aruna hotel, Central Inn hotel, dan di depan seraton, hingga sampai di sepanjang pantai senggigi, pada hari Jum'at, (9 Mei 2025, pukul 8.00- Selesai).

Dimana akan melibatkan seluruh pengurus, dan anggota Kotasi Senggigi itu sendiri, dari elemen masyarakat setempat, komunitas, pelaku usaha pariwisata, pemerintahan desa, serta stakeholder terkait. Selain kegiatan bersih-bersih, rencananya juga akan diadakan edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta penyediaan fasilitas kebersihan.
“Ini adalah program prioritas setiap pagi Jum'at dari Kotasi Wisata Senggigi hususnya, untuk setiap destinasi wisata. dan ini merupakan upaya kita dalam mendorong gerakan bersama untuk menjaga kebersihan," Ungkap Humas Kotasi, " IBRAHIM, A.md,.Par.
Kebersihan menjadi salah satu perhatian wisatawan dalam memilih destinasi yang nyaman. Kebersihan juga menjadi tolak ukur dalam indeks kinerja pariwisata atau Travel Tourism Development. Melalui program unggulan Kotasi Wisata Senggigi ini, Gerakan Jum'at Bersih ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dan jangka panjang terhadap citra dan lingkungan pariwisata Senggigi. hususnya kabupaten Lombok Barat dan Umumnya NTB.
Senggigi sebagai destinasi wisata tertua di NTB, hususnya di Lombok Barat, memiliki potensi yang harus dijaga dan dibenahi keberlanjutannya. Lingkungan yang bersih dan lestari menjadi fondasi utama dalam memberikan kenyamanan wisatawan, memperkuat daya tarik destinasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Menjaga kebersihan dan kelestarian destinasi bukan hanya sebuah keharusan, melainkan investasi strategis untuk mewujudkan cita-cita besar pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. "Ungkap Humas Kotasi"
"Mudah-mudahan setelah proses aktivasi ini masyarakat lebih sadar tentang wisata, lebih sadar tentang gerakan wisata Jum'at bersih ini dan ke depan, gotong-royong ini bisa terus berjalan".
Para peserta aksi Gerakan Wisata Jum'at Bersih akan melibatkan dari berbagai elemen masyarakat setempat, komunitas, pelaku usaha pariwisata, pemerintah desa, serta stakeholder terkait. Ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkugan destinasi di senggigi.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam program Jum'at bersih yang di inisiasi oleh KOTASI WISATA SENGGIGI ini, semoga kedepannya Pemerintah Daerah hususnya Lombok Barat (Lobar), dan umumnya NTB, bisa memberikan perhatian serius dan lebih akan senggigi sekarang ini, terutama dalam hal kebersihan. "Harapa Ibrahim"
Ditempat yang sama "Rusman Khair, SS,S.H, Selaku Pengurus sekaligus sebagai pemerhati pariwisata senggigi, mengatakan, bahwa dalam membangun pariwisata tidak hanya mengenai membangun infrastruktur dan fasilitas saja. Pariwisata juga dibangun dari hal-hal sederhana yaitu menjaga kebersihan dan kelestariannya.
“Gerakan Wisata Jum'at Bersih ini harus bisa menjadi cikal bakal dari diri kita masing-masing. Pariwisata adalah bentuk dari citra diri kita, sebagai pembentuk karakter kita dan ini akan membawa peluang ekonomi ke depannya,” ungkap Rusman.
Lebih lanjut Ketua Kotasi, "H.MUH.TAUHID" juga mengungkapkan bahwa senggigi merupakan penyumbang PAD terbesar di Kabupaten Lombok Barat.
“Mari kita jaga bersama semangat wisata kita, agar kita tetap mampu bersaing di tingkat nasional bahkan juga pada tingkat dunia sekalipun. Yaitu dimulai dari Gerakan Jum'at Bersih ini, Karena kami menyadari bahwa tempat wisata itu harus ada banyak faktor pendukungnya juga. "Tutupnya
Prev Article
F-GERTAK Gelar Aksi Damai, Desak Pengusutan Dugaan Penyimpangan Anggaran
Next Article
Kreen,Pedagang Pasar Pancor Bayar Retribusi Dengan Sistem QRIS