Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Usung Tema "Reogvolution" Grebeg Suro 2026 Siap Guncangkan Dunia

PONOROGO II bratapos.com - Tahun ini, perhatian dunia terhadap Reog Ponorogo juga semakin nyata. Kehadiran tamu dan delegasi dari berbagai negara seperti Perancis, Korea Selatan, Jepang, dan Belanda menjadi bukti bahwa pesona Reog telah melampaui batas geografis dan budaya.

Agenda Utama Pembukaan, Rangkaian acara diawali dengan Opening Ceremony yang menampilkan tari kolosal dan atraksi memukau dari puluhan grup Reog yang datang dari berbagai daerah.

BACA JUGA : Khidmat Alumni Pesantren, Jalan Menjaga Barokah Ilmu dan Ridha Guru

Cambuk pembuka diayunkan oleh PLT. Bupati Ponorogo Lidyarita, disertai sorak ribuan warga menggema di Alun-alun Ponorogo, ini menjadi menandai dimulainya Pesta rakyat terbesar di Bumi reog, yakni " Grebeg Suro 2026" resmi di buka. Bertempat di panggung utama alon-alon. Sabtu malam, (06/06/2026).

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim
Grebeg Suro tahun 2026, saya nyatakan resmi dibuka." Ucap Bunda.

Menurutnya, Tema “Reogvolution” yang diusung tahun ini diyakini akan menjadi tonggak baru perjalanan Reog Ponorogo. Bukan mengubah nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur, melainkan menghadirkannya dalam wajah yang lebih segar dan dekat dengan generasi masa kini.

Ditambah dengan sentuhan multimedia, tata panggung modern, dokumentasi digital, hingga promosi berbasis teknologi dipersiapkan untuk memperluas jangkauan budaya Reog ke berbagai penjuru dunia.

“Budaya harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya,” imbuh Bunda Lisdyarita saat sambutan pembuka.

Dilanjutkan dengan penyerahan kembali Piala Bergilir Festival Reog Remaja (FRR) oleh SMP Negeri 1 Ponorogo kepada Ketua Panitia Grebeg Suro XXXI, Agus Sugiarto.

 Setelah itu, Piala Presiden Republik Indonesia untuk Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) Tahun 2026 diserahkan oleh juara bertahan, Reog Universitas Brawijaya, kepada Plt. Bupati Ponorogo.

Prosesi tersebut tidak sekadar seremonial. Ia menjadi simbol estafet semangat pelestarian budaya yang akan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Grebeg Suro 2026 berlangsung dari tanggal 6 hingga 15 Juni 2026, dan dibuka dengan serangkaian pagelaran akbar seperti Rangkaian Festival Reog Remaja XXII : Digelar pada 7 – 10 Juni 2026.
Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI : Digelar pada 11 – 14 Juni 2026. 
Acara Penutupan : Dijadwalkan pada 15 Juni 2026. Informasi Tambahan Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah menyiapkan sekitar 29 hingga 30 side event yang memadukan unsur budaya, religi, dan ekonomi kreatif. 

Moment Grebeg Suro ini diperkirakan akan mampu memperkuat posisi Ponorogo sebagai salah satu destinasi budaya unggulan Indonesia. Tidak hanya sektor pariwisata yang diuntungkan, tetapi juga ekonomi kreatif, pelaku UMKM, seniman, hingga masyarakat lokal yang terlibat langsung dalam berbagai rangkaian kegiatan. (Jaya).

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Lantunan Talbiyah Menggema di Banyuwangi, PT Zain Haramain Siapkan Jamaah Umrah Menuju Tanah Suci
Next Article
Pemdes Jogorogo Gelar Pengajian Rutin Ahad Pon Untuk Tingkatkan Keimanan Bersama Gus Fuad

Related to this topic:

Be the first to write a comment.