Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Lantunan Talbiyah Menggema di Banyuwangi, PT Zain Haramain Siapkan Jamaah Umrah Menuju Tanah Suci

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) PT Zain Haramain Umroh Service menggelar kegiatan Manasik Umrah bagi para jamaah di Aula Balesaji Resto, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Minggu (7/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangka mempersiapkan jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci agar mampu melaksanakan ibadah umrah secara benar, khusyuk, dan sesuai tuntunan syariat Islam.

Manasik yang diikuti puluhan jamaah asal Banyuwangi tersebut menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Baitul Maghfiroh Cluring, KH Achmad Burhan, serta H Lukman, penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kalipuro, sebagai pembimbing materi.

BACA JUGA : Mualaf Asal Banyuwangi Haru Sambut Umrah Perdana, Idawati Pastikan Jamaah PT Zain Haramain Terlayani Optimal

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Owner PT Zain Haramain Umroh Service, H Dahlawi, Kepala Cabang Banyuwangi, Idawati, beserta jajaran manajemen perusahaan.

Sejak awal kegiatan, para jamaah mendapatkan pembekalan menyeluruh mengenai tata cara pelaksanaan umrah, mulai dari persiapan keberangkatan, proses ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan ke Indonesia. Materi yang disampaikan tidak hanya mencakup aspek teknis perjalanan, tetapi juga pemahaman mengenai rukun, wajib, serta sunnah umrah yang harus dijalankan jamaah.

Dalam pemaparannya, H Lukman menjelaskan secara rinci setiap tahapan ibadah sekaligus memberikan berbagai tips agar jamaah dapat menjalankan rangkaian umrah dengan tertib dan penuh kekhusyukan.

Ia mengingatkan para jamaah agar memanfaatkan waktu selama berada di Makkah dan Madinah untuk memperbanyak ibadah, doa, dan dzikir, serta tidak terlalu disibukkan dengan aktivitas yang dapat mengurangi nilai spiritual perjalanan umrah.

"Momentum berada di depan Ka'bah adalah kesempatan yang sangat berharga untuk memperbanyak doa dan ibadah. Jangan sampai perhatian lebih banyak tercurah pada aktivitas dokumentasi, swafoto, maupun video call yang dapat mengurangi kekhusyukan dan makna ibadah itu sendiri," ujarnya.

Sementara itu, KH Achmad Burhan menekankan pentingnya kesiapan mental dan spiritual sebelum berangkat ke Tanah Suci. Menurutnya, umrah bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati yang membutuhkan keikhlasan, kesabaran, dan niat yang lurus karena Allah SWT.

Ia mengajak seluruh jamaah, menjadikan ibadah umrah sebagai momentum memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas keimanan.

"Umrah adalah panggilan Allah yang harus disyukuri. Karena itu, jamaah perlu menjaga niat, memperbanyak dzikir dan doa, serta menghindari hal-hal yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah. Jadikan perjalanan ini sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik," pesannya.

Suasana manasik semakin khidmat, saat H Lukman memandu pembacaan Talbiyah yang diikuti seluruh jamaah secara bersama-sama. Lantunan kalimat suci tersebut menggema di dalam ruangan dan menghadirkan suasana haru yang mendalam.

Beberapa jamaah tampak larut dalam kekhusyukan, bahkan salah seorang jamaah asal Kecamatan Sempu terlihat menitikkan air mata karena merasa tersentuh dan membayangkan momen saat kelak menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Selain penyampaian materi, kegiatan manasik juga berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Kesempatan tersebut dimanfaatkan jamaah untuk menggali berbagai informasi terkait pelaksanaan ibadah, fasilitas perjalanan, hingga regulasi terbaru yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi bagi jamaah umrah.

Owner PT Zain Haramain Umroh Service, H Dahlawi, menegaskan bahwa manasik merupakan bagian penting dari pelayanan perusahaan kepada jamaah. Menurutnya, pembekalan yang matang akan membantu jamaah menjalankan ibadah dengan lebih tenang, aman, dan nyaman.

"Kami ingin memastikan seluruh jamaah memahami setiap tahapan ibadah, aturan perjalanan, serta berbagai perubahan regulasi terbaru yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi. Dengan persiapan yang matang, jamaah akan lebih tenang dan fokus dalam beribadah. Prinsip kami adalah memberikan pelayanan terbaik, transparan, dan bertanggung jawab kepada seluruh jamaah," tegasnya.

Ia menambahkan, PT Zain Haramain juga memberikan berbagai program pendukung selama jamaah berada di Tanah Suci tanpa biaya tambahan. Program tersebut meliputi kunjungan ke sejumlah destinasi bersejarah Islam seperti Syuhada Badar, percetakan Al-Qur'an, Jabal Magnet, hingga wisata religi ke Thaif yang dilengkapi jamuan makan siang khas Arab berupa nasi mandhi.

"Kami ingin jamaah tidak hanya menjalankan ibadah umrah, tetapi juga memperoleh pengalaman spiritual dan wawasan sejarah Islam yang lebih luas selama berada di Tanah Suci," tutupnya.

PT Zain Haramain dijadwalkan membuka musim keberangkatan umrah tahun ini dengan memberangkatkan jamaah asal Banyuwangi pada 22 Juni 2026, sebelum melanjutkan penerbangan melalui Bandara Solo pada 23 Juni 2026 menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Melalui kegiatan manasik ini, PT Zain Haramain Umroh Service berharap seluruh jamaah memiliki kesiapan yang optimal, baik dari sisi pemahaman ibadah, kesiapan perjalanan internasional, maupun kesiapan mental dan spiritual, sehingga dapat menjalankan ibadah umrah secara aman, nyaman, khusyuk, dan sesuai tuntunan syariat Islam. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Mualaf Asal Banyuwangi Haru Sambut Umrah Perdana, Idawati Pastikan Jamaah PT Zain Haramain Terlayani Optimal
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.