BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Di tengah kesibukan dan beragam profesi yang dijalani para alumni pesantren, nilai khidmat kepada guru dan pondok pesantren tetap menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan. Pesan tersebut disampaikan oleh Ustadz Slamet Nugroho, alumni Pondok Pesantren Al-Anwari tahun 1995 dan Pondok Pesantren Darussalam Blok Agung tahun 2001.
Tokoh asal Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi tersebut dikenal aktif dalam kegiatan dakwah dan organisasi keagamaan. Selain menjadi pendiri sekaligus pengasuh Majelis Taklim Mata Langit Banyuwangi, ia juga tercatat sebagai anggota LTM NU PC Banyuwangi, Ketua Ranting NU Kelurahan Kertosari, Wakil Ketua UMA (Ukhuwah Mutakhorijin Al-Anwari), serta pengurus alumni Pondok Pesantren Darussalam Blok Agung.
BACA JUGA :
Ida Husni Mubarak Ditunjuk Jadi Manajer BUMI WALI U-17, Siap Bawa Tuban Tampil di Piala Soeratin Jatim
Melalui berbagai forum pengajian dan kegiatan alumni, Ustadz Slamet mengingatkan pentingnya menjaga hubungan spiritual dan emosional dengan pesantren sebagai tempat menimba ilmu dan membentuk karakter.
"Ketika masih di pondok, kita pernah merasakan perjuangan yang sama. Antre kamar mandi, dimarahi kiai saat melanggar aturan, hingga menahan rindu kepada keluarga. Semua itu adalah bagian dari tirakat dalam mencari ilmu," ujarnya kepada Bratapos.com, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, setelah menjadi alumni, jalan hidup para santri memang berbeda-beda. Ada yang menjadi guru, ASN, pengusaha, petani, bahkan pengasuh pesantren. Namun perbedaan profesi dan status sosial tidak boleh menghilangkan identitas utama sebagai seorang santri.
"Sehebat apa pun kita di luar, di hadapan kiai dan pesantren, kita tetap seorang santri. Itulah jati diri yang harus terus dijaga," tegasnya.

Menjaga Ikatan dengan Pesantren
Ustadz Slamet menilai, salah satu bentuk nyata khidmat alumni adalah menjaga silaturahmi dan aktif mengikuti kegiatan rutin yang diselenggarakan organisasi alumni. Di lingkungan Pondok Pesantren Al-Anwari, misalnya, terdapat kegiatan rutin bulanan yang digelar UMA sebagai wadah mempererat ukhuwah antaralumni sekaligus menjaga hubungan dengan para masyayikh dan pesantren.
Menurutnya, para kiai tidak pernah menuntut para alumni untuk selalu kembali ke pesantren. Namun, para guru berharap ikatan batin antara santri, alumni, dan pesantren tetap terjaga melalui kegiatan yang membawa manfaat bersama.
"Pesan para guru sederhana, tetap kumpul dengan sesama alumni, hidupkan kegiatan rutin, dan jangan putus hubungan dengan pondok. Di situlah nilai keberkahan ilmu akan terus mengalir," katanya.
Khidmat Bukan Beban, Melainkan Jalan Barokah
Lebih lanjut, Ustadz Slamet menegaskan bahwa khidmat kepada guru dan pesantren bukanlah beban, melainkan jalan untuk memperoleh keberkahan hidup. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari kekayaan, jabatan, atau popularitas, tetapi juga dari sejauh mana ia mampu menjaga adab kepada guru dan memanfaatkan ilmunya untuk kemaslahatan umat.
"Pondok pesantren mungkin tidak membutuhkan kehadiran kita setiap saat, tetapi kitalah yang membutuhkan pesantren. Ketika hubungan dengan pondok terjaga, maka kita memiliki tempat untuk mengisi ulang keimanan, memperkuat nilai-nilai keislaman, dan menyambung sanad doa para masyayikh," ujarnya.
Ia menambahkan, alumni yang paling berhasil bukanlah mereka yang paling terkenal, melainkan mereka yang mampu menjaga amanah ilmu dan membuat para gurunya bangga.
"Alumni hebat adalah ketika namanya disebut, gurunya tersenyum dan berkata, 'Alhamdulillah, anakku itu tetap manut dan ilmunya bermanfaat untuk masyarakat'," tuturnya.
Istiqamah Menjalankan Amanah Guru
Di akhir pesannya, Ustadz Slamet mengajak seluruh alumni pesantren untuk terus istiqamah menjalankan nilai-nilai yang telah diajarkan para guru. Menurutnya, menjaga adab, memperkuat ukhuwah, dan menghidupkan kegiatan alumni merupakan bentuk penghormatan terbaik kepada pesantren yang telah mendidik mereka.
"Menjadi alumni tidak harus besar atau terkenal. Yang terpenting adalah tetap istiqamah menjalankan amanah guru, menjaga khidmat, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (rag/bp-bwi)