Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Kreen,Pedagang Pasar Pancor Bayar Retribusi Dengan Sistem QRIS

Rudi kepala Pasar Pancor Kabupaten Lombok Timur

 

BACA JUGA : Khidmat Alumni Pesantren, Jalan Menjaga Barokah Ilmu dan Ridha Guru

Lombok Timur - Kepala Pasar Pancor Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur Rudi melakukan terobosan dengan mengubah sistem pembayaran retribusi pasar yang sebelumnya menggunakan sistem karcis di rubah dengan menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). 

Perubahan sistem pembayaran retribusi pasar ini bertujuan mecegah potensi kebocoran retribusi Pasar. 

Inovasi Kepala Pasar Pancor Kecamatan Selong Lombok Timur ini terbilang hal yang baru dan patut jadi contoh bagi Pasar lain di Kabupaten Lombok Timur maupun NTB . Penggunaan metode pembayaran retribusi Pasar dengan sistem QRIS ini akan memudahkan petugas pungut retribusi maupun pedagang juga untuk menjaga transparansi hasil retribusi. 

" Para pedagang Di Pasar Pancor kita ajak beralih membayar retribusi dengan QRiS, supaya lebih optimal dan menjaga transparansi hasil retribusi Pasar untuk PAD Lombok Timur" Terang Rudi Kepala Pasar Pancor Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur .

Untuk beralih dari sistem bayar retribusi dengan karcis menuju pembayaran sistem QRIS ini, pihak pengelola Pasar menyiapkan WiFi di seluruh areal pasar terutama tiga blok pedangang yang membuka lapak. Saat ini pemasangan WiFi untuk jaringan internet pedagang Pasar Pancor masih lakukan secara bertahap dan dalam waktu dekat jaringan internet untuk pedagang akan tersambung ke Handphon android para pedagang . 

" Keberadaan jaringan internet untuk pedagang Pasar Pancor Lombok Timur ini tentu bisa dimampaatkan untuk berjualan secara online juga, pelan pelan kita akan rubah Pasar Pancor ini menjadi pasar Modern " papar alumnus Ponpes Nurul Kharmain Narmada Lombok Barat ini .

Untuk menikmati jaringan internet ini pedagang Pasar Pancor cukup membeli vocher WiFi seharga Rp 2 ribu untuk waktu pemakaian 10 jam. 

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menargetkan retribusi dari Pasar Pancor sebesar Rp 1,3 Miliar pertahun. Pihak pengelola Pasar Pancor berharap dengan besarnya Terget retribusi yang di bebankan ke pengelola ini dibarengi dengan perhatian pemerintah Daerah dengan anggaran pemeliharaan pasar terutama untuk sanitasi dan kebocoran atap komplek Pasar Pancor . 

" Sementara ini saya menggunakan uang pribadi untuk menimbun areal pasar yang tergenang air dan menimbulkan ketidak nyamanan pedangang maupun pembeli dengan tanah uruk" Tutup Rudi

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Kotasi Wisata Senggigi Adakan Gerakan Wisata Bersih, Sebagai Komitmen dan Kepedulian Dalam Mewujudkan Pariwisata Yang Berkualitas
Next Article
Langkah Tegas Diambil, Petugas Gabungan Tutup Warung Janti

Related to this topic:

Be the first to write a comment.