Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Jembatan 15 Tahun yang Dinanti Warga Kesilir Akhirnya Dibangun, TMMD ke-125 Cetak Sejarah di Banyuwangi

BANYUWANGI || Bratapos.com — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, menjadi momentum bersejarah bagi warga Dusun Silirsari. Setelah penantian panjang selama hampir 15 tahun, impian mereka untuk memiliki jembatan penghubung yang layak akhirnya terwujud.

Pada Rabu siang (6/8/2025), di tengah pengerjaan proyek yang terus dikebut, terlihat semangat gotong royong antara prajurit TNI dan warga setempat yang bahu-membahu menyelesaikan pembangunan jembatan. Infrastruktur vital ini akan menjadi akses utama bagi anak-anak sekolah, santri pondok pesantren, hingga masyarakat yang selama ini harus memutar hingga 10 kilometer hanya untuk menyeberang.

BACA JUGA : Izin Kedaluwarsa Sejak 2024, Pemkot Madiun Belum Ambil Langkah Tegas terhadap Operasional Parkir PT JPC

Ketua RT 005 RW 004 Dusun Silirsari, Imam Hanafi (65), mengungkapkan rasa syukurnya saat ditemui di lokasi.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Jembatan ini sangat dibutuhkan. Sebelumnya, akses ke pasar, sekolah, hingga ke makam harus memutar jauh. Bahkan saat hujan, kami tidak bisa menyeberang karena banjir. Kini berkat TMMD, jembatan kokoh dibangun, dan kami juga dilibatkan langsung dalam prosesnya," ujarnya.

Menurutnya, permohonan pembangunan jembatan telah diajukan sejak sekitar 10 tahun lalu, namun baru kali ini terealisasi berkat program TMMD.

"Dulu hanya ada jembatan gantung yang sudah lapuk. Sekarang alhamdulillah dibangun permanen. Ini benar-benar berkah besar," ungkap Iman Hanafi kepada Bratapos.com.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-125, Letda Laode Asnar dari Yon Armed 8/Uddhata Yudha Jember, mengungkapkan kesan mendalam selama bertugas di Kecamatan Siliragung. Ia menyebut, antusiasme warga sejak hari pertama begitu luar biasa.

"Kami langsung disambut dengan hangat. Mereka bukan hanya membantu tenaga, tapi juga menyediakan konsumsi dan tempat tinggal. Bahkan saat pekerjaan berat, warga rela memasakkan makanan untuk kami," terangnya kepada Bratapos.com saat ditemui di lokasi Pembangunan Jembatan.

Satgas TMMD tidak hanya membangun jembatan, tetapi juga menjalankan berbagai program fisik dan non-fisik. Kegiatan fisik meliputi pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), sumur bor untuk penyediaan air bersih, pembangunan MCK, dan saluran irigasi. Sementara itu, kegiatan non-fisik mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, layanan kesehatan ibu hamil, posbindu, hingga pertanian.

Letda Laode juga menyoroti nilai kebersamaan yang tumbuh dalam program ini. Di tengah keterbatasan anggaran, masyarakat secara swadaya turut menyumbang material dan tenaga.

"Kekurangan dana sering kali ditutupi oleh swadaya warga. Ini menunjukkan kuatnya rasa memiliki dan kekeluargaan yang lahir dari program TMMD. Bukan hanya membangun fisik, tapi juga mempererat ikatan sosial," ungkapnya.

Dalam program RTLH, Satgas TMMD membangun rumah dari nol dengan konstruksi batako permanen, berbeda dengan program lain yang umumnya hanya renovasi parsial.

"Kami pastikan rumah dibangun dengan kualitas yang baik, agar tahan lama dan benar-benar bermanfaat bagi warga," tegas Laode.

Imam Hanafi mewakili suara masyarakat berharap, pembangunan seperti ini bisa terus berlanjut.

"Kami juga berharap ke depan ada pembangunan jaringan listrik ke kampung kami. Semoga TNI dan pemerintah terus hadir untuk masyarakat pedesaan seperti kami," ungkapnya penuh harap.

Program TMMD ke-125 bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tapi tentang membangun harapan, menjembatani kesenjangan, dan menanam nilai-nilai kebangsaan di tengah rakyat. Banyuwangi hari ini tidak hanya membangun jembatan fisik, tetapi juga membangun jembatan keadilan sosial. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Polresta Banyuwangi dan Ponpes Darul Khoirot Kolaborasi Tanam Jagung, Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Pesantren
Next Article
Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek Kolam Renang, Kades Kusno Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Related to this topic:

Be the first to write a comment.