Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Polresta Banyuwangi dan Ponpes Darul Khoirot Kolaborasi Tanam Jagung, Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Pesantren

BANYUWANGI || Bratapos.com — Komitmen Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui aksi nyata. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi menggandeng Pondok Pesantren Darul Khoirot untuk menggelar program penanaman jagung serentak di lahan seluas 1,25 hektare yang berlokasi di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Rabu (6/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis tanam serentak jagung yang melibatkan 12 pondok pesantren di wilayah hukum Polresta Banyuwangi, dengan total luas lahan mencapai 25,82 hektare. Langkah tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas sektor pertanian, tetapi juga menguatkan peran pesantren sebagai elemen vital dalam ekosistem pembangunan nasional.

BACA JUGA : Izin Kedaluwarsa Sejak 2024, Pemkot Madiun Belum Ambil Langkah Tegas terhadap Operasional Parkir PT JPC

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., hadir langsung dalam acara penanaman perdana bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta, Forkopimka Giri, Bhabinkamtibmas, Dinas Pertanian, mahasiswa, Ketua Kelompok Tani Mulyadi, Pengasuh Ponpes Darul Khoirot Ustadz Badri, santri, serta penyuluh pertanian setempat.

“Program ini adalah bentuk nyata dari semangat kolaborasi multipihak. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membangun kemandirian ekonomi dan pangan masyarakat,” ujar Kapolresta dalam sambutannya.

Yang menarik, kegiatan ini turut terhubung secara virtual dengan kegiatan serupa yang dipusatkan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. 

Dalam agenda nasional tersebut, hadir secara daring Irwasum Polri, Komjen Pol Prof. Dr. Dedy Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Polri dalam pemberdayaan pesantren untuk program ketahanan pangan.

Menurut Dedy Prasetyo, pesantren memiliki potensi besar sebagai sentra kekuatan sosial ekonomi umat. “Pesantren memiliki ekosistem sosial yang kuat dan bisa menjadi motor penggerak dalam pengembangan pertanian berbasis komunitas,” ujarnya dalam arahannya secara virtual.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan menjadi bentuk konkret dari transformasi pendekatan Polri yang lebih humanis dan partisipatif dalam menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya melalui sektor pangan. 

Kehadiran Polri dalam program ini, sekaligus mempertegas komitmen institusi kepolisian dalam mendukung program pemerintah menuju kedaulatan pangan nasional.

Model kolaboratif antara kepolisian, pesantren, kelompok tani, dan pemerintah daerah seperti yang diwujudkan di Banyuwangi ini, diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari solusi jangka panjang menghadapi tantangan krisis pangan global. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Semangat Kemerdekaan di Balik Jeruji, Lapas Banyuwangi Gelar 12 Cabang Lomba untuk Pegawai dan Warga Binaan
Next Article
Jembatan 15 Tahun yang Dinanti Warga Kesilir Akhirnya Dibangun, TMMD ke-125 Cetak Sejarah di Banyuwangi

Related to this topic:

Be the first to write a comment.