Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Istri DBM Bantah Terlibat Pembunuhan, Martha Amalia: Saya Baru Tahu Setelah Suami Ditangkap

Kota Madiun || Bratapos.com - Martha Amalia Iflahah (34), istri Dwi Bagus Martono (DBM), membantah mengetahui maupun terlibat dalam kasus pembunuhan yang dilakukan suaminya. Ia mengaku baru mengetahui fakta perkara tersebut setelah DBM ditangkap dan menjalani pemeriksaan oleh kepolisian.

Pernyataan itu disampaikan Martha dalam konferensi pers di lobi Hotel Mercure Madiun, Senin (2/11/2026). Di hadapan awak media, ia menjelaskan selama ini menjalani rutinitas sebagai guru dengan jam kerja mulai pukul 07.00 hingga 15.30. 

BACA JUGA : M. Sholeh “Pensiunan” Kepala Bidang Geologi & Air Tanah dihadirkan JPU pada Sidang Dugaan Korupsi Pungli Perizinan Dinas ESDM Jatim,

Selain mengajar, Martha juga mengelola usaha bimbingan belajar di rumah yang beroperasi mulai pukul 15.00 hingga 20.00.

“Saya benar-benar tidak mengetahui peristiwa itu terjadi dan apa yang suami saya lakukan,” terang Martha.

Ia mengungkapkan, pada 10 Oktober 2026, DBM baru mengakui memiliki hubungan dengan perempuan lain yang telah dinikahinya secara siri selama dua tahun. Pengakuan tersebut disampaikan langsung di teras belakang rumah mereka.

Menurut Martha, saat itu DBM meminta maaf sambil menangis dan bersujud. Namun, ia mengaku belum mengetahui adanya tindak pidana pembunuhan. Informasi awal yang diterimanya justru berkaitan dengan keberadaan istri siri dan anak DBM yang disebut hilang.

Martha juga menegaskan tidak pernah mencurigai aktivitas suaminya di halaman belakang rumah. Ia mengetahui keberadaan mesin pencacah dan pembangunan cerobong, tetapi tidak memahami fungsi maupun peruntukannya.

“Saya mengetahui mesin pencacah itu ada, tetapi saya tidak tahu penggunaannya untuk apa,” ujarnya.

Ia menyebut kehidupan rumah tangganya selama ini berjalan normal. Meski DBM bekerja sebagai engineer freelance dengan proyek di sejumlah negara, Martha mengaku tetap mempercayai suaminya dan tidak pernah memeriksa telepon genggam maupun aktivitasnya secara berlebihan.

“Selama ini saya percaya penuh kepada beliau. Saya tidak pernah merasa ada kecurigaan sama sekali,” katanya.

Martha mengaku terpukul menghadapi kenyataan tersebut. Selain merasa dikhianati atas pengakuan hubungan lain suaminya, ia juga harus menghadapi perkara hukum yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.

Meski demikian, Martha menyatakan tetap kooperatif dengan kepolisian dan berharap DBM dapat menghadapi proses hukum dengan berani serta mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Saya berharap suami saya berani dan tenang menghadapi proses hukum. Dia harus berani bertanggung jawab atas apa yang dilakukan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Martha turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap mereka memperoleh keadilan. Ia juga mengapresiasi kepolisian yang telah mengungkap perkara tersebut serta meminta masyarakat mempercayakan penanganannya kepada aparat penegak hukum.

“Saya turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga korban mendapatkan kekuatan dan keadilan yang seterang-terangnya,” pungkas Martha. Jhon mz

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Bikin Bangga! Kepala Spensaba Apresiasi Prestasi Gemilang Siswa, Robot SMART Juara 1 Nasional 2026
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.