Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Genjot PAD, DISBUDPARPORA Ponorogo Targetkan 6,4 Miliar Di Tahun 2025

KOMENTAR 1389

PONOROGO || bratapos.com - Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edhi S.Sos., M.Si., menegaskan komitmennya untuk terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor yang dipimpinnya. Dalam penutupan sesi Pemaparan RPJMD 2025–2029 di Ruang Bantarangin Pemkab Ponorogo. Selasa (15/04/25).

 Judha menyampaikan optimisme besar demi mewujudkan Ponorogo dengan PAD hingga Rp1 triliun. Disbudparpora menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar selama pemerintahan Bupati Sugiri Sancoko. Pada tahun 2024, Dinasnya berhasil menyumbang Rp5,6 miliar, dan menargetkan Rp6,4 miliar pada 2025. Bahkan, ia optimistis angka itu bisa melesat hingga lebih dari Rp12,5 miliar pada 2029.

BACA JUGA : Dugaan Hubungan Terlarang Pengusaha Wifi dan Pengusaha Ayam Potong Di Ngajum Malang, Berakhir Damai

"Kami tidak ingin Disbudparpora disebut sebagai OPD jompo yang tak punya target. Kami ingin membuktikan bahwa sektor pariwisata, budaya, dan olahraga mampu jadi penopang kuat pencapaian PAD,” tegas Judha.

Dalam paparannya, Judha menjabarkan berbagai program unggulan, termasuk pelaksanaan event tahunan seperti Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP), Grebeg Suro, Festival Reyog Remaja, Reyog Anak, Reyog Obyog, hingga Reyog Bulan Purnama. Selain itu, ada pula event seni budaya dan ekonomi kreatif yang digelar di berbagai destinasi wisata.

Tak hanya itu, Disbudparpora juga akan memperkuat sektor sejarah dan pelestarian cagar budaya, seperti pembangunan Monumen Reyog, Museum Peradaban, museum transit untuk penyelamatan benda cagar budaya, hingga Haul Batoro Katong dan Haul Tegalsari. Semua program ini diyakini akan menopang kuat ekosistem Ponorogo sebagai episentrum seni, budaya, dan religi.

"Omah genteng disaponi, abot enteng dilakoni,”( tugas seberat apapun akan terasa ringan jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh). ujar Judha mengutip pepatah Jawa.

Judha juga menambahkan, semua upaya ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap visi dan mimpi besar Bupati Kang Giri dan seluruh masyarakat Ponorogo untuk menjadikan kota Reyog sebagai pusat peradaban yang berkarakter dan mendunia.

Menanggapi hal itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan bahwa perubahan besar memang memerlukan perjuangan, terutama dalam mengubah pola pikir.

“Merubah mindset itu tidak gampang, apalagi menyangkut kemauan dan optimisme dari semua pihak. Tapi kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi?” pungkas Sugiri. [Jaya]

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Dinas Lingkungan Hidup Gelar Bimtek PBLHS Targetkan Sekolah Adiwiyata Di Ponorogo
Next Article
“Ngosrek” Situ Cigangsa: Ketika Wisata Dimulai dari Karakter Masyarakat

Related to this topic:

Be the first to write a comment.