BANYUWANGI || Bratapos.com – Puluhan siswa-siswi SMA Negeri 1 Giri Taruna Bangsa mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul BELIEVE di New Star Cineplex Banyuwangi, Selasa (5/8/2025). Kegiatan ini bukan sekadar agenda hiburan, tetapi menjadi momen reflektif yang menggugah jiwa nasionalisme para generasi muda.
Film yang digagas oleh Pusat Penerangan (Puspen) TNI ini mengangkat kisah inspiratif perjalanan hidup Jenderal TNI Agus Subiyanto, dari masa kecil sebagai anak prajurit hingga menjabat sebagai Panglima TNI. Dengan narasi kuat dan visual emosional, film ini menyelami sisi manusiawi seorang prajurit: pergulatan batin, rindu keluarga, serta tanggung jawab besar di medan tugas.
BACA JUGA :
Pemerintah Desa Pucangan Laksanakan Kegiatan Posyandu ILP Untuk Tingkatkan Kesehatan Balita Hingga Lansia
Tak hanya merekam jejak historis dalam operasi militer penting seperti Operasi Seroja 1975 dan misi strategis di Timor Timur pada 1995 dan 1999, BELIEVE juga menghadirkan dinamika personal seorang anak yang tumbuh dalam bayang-bayang cita-cita ayahnya yang tak tersampaikan.
Usai pemutaran film, para siswa terlihat antusias berbagi kesan. Banyak dari mereka mengaku tersentuh oleh cerita perjuangan dan nilai-nilai kehidupan yang diangkat dalam film.
“Menurut saya, film ini menggambarkan perjuangan seorang anak yang ingin melanjutkan mimpi ayahnya. Awalnya dia tidak tahu apa-apa, tapi akhirnya dia mampu mewujudkan cita-cita itu. Pesannya jelas: terus semangat, jangan pernah menyerah,” ujar Achmad Rifai, siswa kelas 12.
Senada dengan itu, Ananda, salah satu siswi, menilai film ini bukan hanya soal ikatan ayah dan anak, tetapi juga tentang warisan semangat juang para pahlawan.
“Cerita dan adegan perjuangannya sangat menegangkan sekaligus menyentuh. Kita jadi sadar, kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari pengorbanan luar biasa,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Wahyu Rizki Febriansyah, siswa kelas 11, mengaku tak bisa menyembunyikan rasa haru. “Saya sangat kagum. Perjuangan para pahlawan yang gugur demi negeri ini sungguh luar biasa. Film ini membuat saya merasa sedih sekaligus bangga. Rasanya sampai tidak bisa berkata-kata,” katanya singkat.
Tak hanya siswa, sejumlah siswi perempuan juga menyampaikan kesan mendalam. “Sedih, merinding. Rasanya seperti ikut berada di medan perjuangan. Tapi dari film ini kami belajar bahwa kepercayaan diri dan semangat pantang menyerah bisa membentuk karakter seorang pejuang,” ucap mereka hampir bersamaan.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus wali kelas 11, Khurota Syahidullah, yang mendampingi para siswa dalam kegiatan nobar tersebut, turut mengapresiasi pesan moral dalam film BELIEVE.
“Film ini keren sekali. Memberikan gambaran bahwa TNI tidak hanya bertugas di medan perang, tetapi juga menjadi penjaga keamanan dan pelindung masyarakat,” ujarnya.
Ia mengaku sempat khawatir dengan beberapa adegan kekerasan, namun setelah menyaksikan film secara utuh, justru melihatnya sebagai bagian dari dinamika kehidupan yang perlu dikenalkan kepada remaja dengan porsi edukatif.
“Awalnya saya sempat overthinking karena ada adegan perkelahian antar pelajar. Tapi saya sadar, ini hanya media cerita. Di dunia nyata, yang terpenting adalah usaha dan keberanian untuk menghadapi tantangan. Film ini sangat cocok ditonton oleh pelajar,” pungkasnya.
Kegiatan nobar ini menjadi cermin upaya membangkitkan kembali nilai-nilai patriotisme yang mulai meredup di kalangan generasi muda. Dengan pendekatan visual yang kuat dan narasi menyentuh, BELIEVE tidak hanya menyampaikan sejarah, tetapi menanamkan semangat pengabdian tanpa pamrih dan cinta tanah air yang tulus.
Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus diadakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah, sebagai bagian dari pendidikan karakter dan nasionalisme yang lebih kontekstual. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Kalapas Banyuwangi Temui Bupati Ipuk, Bahas Kamtib, Pembinaan Warga Binaan, hingga Ketahanan Pangan
Next Article
Pembangunan Jembatan di Dusun Glonggong, Wungu Madiun Dorong Akses Ekonomi Warga