Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Doa Bersama Untuk Negri di Sumpah Pemuda Ke-98, Bersama GPI Banten

TANGERANG, bratapos.com – Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Darul Falihin, Lengkong Ulama, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (28/10/2026). Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam (PW GPI) Provinsi Banten menggelar Ngaji Kebangsaan & Doa Bersama Untuk Negeri,dalam memperingati Sumpah Pemuda ke-98.

Dalam orasi kebangsaannya, Ketua PW GPI Banten, Fahri Fradana, S.M. menegaskan kembali sejarah panjang GPI yang lahir dari rahim perjuangan para santri dan ulama .

BACA JUGA : LSM WAR Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi Delta Brantas Rp11,8 Miliar ke Polresta Sidoarjo

"Sejarah GPI melalui jalan  panjang,Sejak 1945, saat masih banyak invasi dan penjajahan.
Kemudian berkumpul para pemuda se-Nusantara. Dari PII , Mahasiswa Islam ,hingga GPI hari ini hadir dengan  konsistensi dan eksistensinya  kami masih bertengger di Republik Indonesia," tegas Fahri.

Fahri menekankan, di usia Sumpah Pemuda ke-98, GPI tidak memilih jalan anarkis untuk menyampaikan aspirasi.

Peran santri dalam membangun Indonesia itu dengan jihad dan iman. Seperti dulu sampai terjadi peristiwa 10 November dan muncul fatwa ulama. Itu jihad santri yang sesungguhnya,"ujarnya.

Ia mengajak seluruh santri dan pemuda untuk kembali menggelorakan semangat perjuangan, bukan dengan kebencian, melainkan dengan kontribusi nyata yang positif dan karya nyata di masyarakat.

"Santri bisa menjadi agen perubahan. Peran santri dan pemuda hari ini harus menjaga persatuan.
Kita doakan Presiden Prabowo Subianto Republik Indonesia dan Pak Kapolri diberikan kesehatan dan perlindungan Allah SWT untuk memimpin rakyat dan bangsa Indonesia," kata Fahri.

Senada, Dewan Pakar PW GPI Banten, Firman Firdaus, S.PSI., M.SI. mengingatkan bahwa negara ini tidak dibangun dalam semalam.

"Bagaimana negara ini dibangun, bisa maju, itu oleh para santri dan kiai dalam proses panjang sampai kemerdekaan Republik Indonesia terwujud sampai saat ini. 

Hari ini kita sudah menikmati kemerdekaan," ungkap Bung Firman.

Menurutnya, momentum Sumpah Pemuda ke-98 adalah pengingat untuk bersatu dalam satukesatuan  dengan tujuan yang sama: merawat, menjaga dan mengisi  kemerdekaan.

"Peran pemuda-pemudi hari ini adalah menjaga persatuan,agar memiliki Marwah yang  Beradab.
Mari kita hindari gesekan yang tidak penting antar suku dan agama," pesannya.

Firman juga menyoroti pesan penting untuk Presiden, bahwa politik, ekonomi, dan budaya harus tetap berpihak pada rakyat.

Acara yang berlangsung di Jl. TMP Raden Arya Wangsakara, Kp. Lengkong Ulama RT 003/001, Desa Lengkong Kulon, Pagedangan tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Ponpes Darul Falihin, KH. Muhammad Sholahuddin, dan Dewan Syuro PW GPI Banten *KH. Baequni Yasin.

Ratusan santri dan pemuda tampak khusyuk memanjatkan doa untuk keutuhan NKRI.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Pungli Perizinan Dinas ESDM Jatim, Saksi Wisnu mengaku menerima uang titipan dari CV. Jasa Pertiwi total 75 Juta Rupiah
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.