Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Deklarasi Damai Silat Banyuwangi, Sinergi Pesilat dan Polisi Jaga Kondusifitas Daerah

BANYUWANGI || Bratapos.com – Seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Banyuwangi menyatakan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan kondusifitas wilayah. Deklarasi ini digelar Gedung Rupatama Wira Pratama Polresta Banyuwangi, pada Selasa (27/05/2025), sebagai bagian dari gerakan serentak se-Jawa Timur yang dipimpin Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto melalui sambungan Zoom.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Polresta Banyuwangi ini, dihadiri oleh Kapolresta Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., Ketua IPSI Banyuwangi, serta para ketua dan perwakilan dari seluruh perguruan silat yang ada di kabupaten ujung timur Pulau Jawa tersebut.

BACA JUGA : Pembukaan Operasianal  IPR Di Tambang WPR Gunung Botak Di Buka Bupati Buru

Dalam momen bersejarah ini, para pimpinan perguruan menandatangani sembilan poin komitmen damai. Isinya antara lain menolak segala bentuk kekerasan, menegaskan larangan penggunaan atribut organisasi dalam kegiatan ilegal, tidak mengerahkan massa saat konflik, serta mendukung penuh upaya penegakan hukum oleh aparat kepolisian.

“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah bukti nyata semangat persaudaraan antar pesilat, untuk menjaga kamtibmas dan membangun iklim sosial yang sehat dan produktif,” tegas Kapolresta Kombes Pol Rama dalam sambutannya.

Lebih jauh, ia juga mengimbau kepada seluruh elemen pencak silat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan, aktif menangkal hoaks, serta menjaga marwah perguruan masing-masing dengan sikap dewasa dan bijaksana.

Salah satu poin penting dalam deklarasi adalah pembentukan tim siber internal, guna untuk memantau dan menangkal penyebaran konten negatif atau provokatif di media sosial yang kerap menjadi sumber konflik antar kelompok.

Deklarasi ini menandai babak baru relasi antara perguruan silat dan aparat keamanan di Banyuwangi. Polresta berharap, langkah kolektif ini dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun perdamaian yang berkelanjutan.

"Serta menciptakan ruang bagi para pesilat untuk berkembang dalam koridor prestasi, etika, dan nilai-nilai luhur budaya bangsa," tuturnya.

Dengan langkah ini, Banyuwangi kembali menunjukkan diri sebagai barometer kerukunan dan kedewasaan sosial di Jawa Timur. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Kuota SMP dan SMA Terpenuhi, Sekolah Rakyat Banyuwangi Siap Dibuka
Next Article
Korban Nelayan Hilang di Perairan Muncar Ditemukan Tewas, Satu Masih Dalam Pencarian

Related to this topic:

Be the first to write a comment.