Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Atas Rekomendasi Menkes, Banyuwangi Jadi Role Model Nasional Program Perawatan Pasien Berbasis Keluarga

BANYUWANGI || Bratapos.com — Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi sorotan dunia kesehatan internasional. Organisasi nirlaba internasional Noora Health menjadikan Banyuwangi sebagai daerah percontohan (pilot project) Care Companion Program (CCP) di Indonesia. Program ini didesain untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, dengan memberdayakan keluarga sebagai pendamping utama pasien selama perawatan di rumah.

Langkah ini tidak lepas dari rekomendasi langsung Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. Menurut Menkes, Banyuwangi memiliki sistem kesehatan yang solid dan kesiapan SDM yang memadai untuk mengimplementasikan program berstandar global tersebut.

BACA JUGA : Tingkatkan Profesionalisme, KWI Gelar Seminar Pelatihan Jurnalistik Komunitas Wartawan Indonesia

“Banyuwangi dinilai memiliki tata kelola kesehatan yang baik, sehingga kami yakin program ini dapat berjalan optimal di sini,” kata Co-CEO & Co-Founder Noora Health, dr. Shahed Alam, saat ditemui di Banyuwangi, Senin (11/8/2025).

Program yang telah berjalan sejak Januari 2025 ini melibatkan 1.175 tenaga kesehatan dari 45 puskesmas dan 2 RSUD. Mereka terdiri dari dokter, perawat, dan bidan yang dilatih secara khusus untuk menyampaikan edukasi kepada keluarga pasien. Materi yang diberikan meliputi perawatan pasien di rumah, pencegahan penyakit, perawatan ibu hamil, hingga pendampingan pasien dengan penyakit kronis.

Dari jumlah tersebut, 470 tenaga kesehatan mengikuti pelatihan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), sementara 705 lainnya mengikuti pelatihan gabungan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan KIA. Hingga Agustus 2025, program ini telah menjangkau hampir 50 ribu warga Banyuwangi.

Selain edukasi langsung di rumah sakit, puskesmas, dan posyandu, CCP juga menyediakan layanan konsultasi jarak jauh melalui platform Pendamping Keluarga Noora Health berbasis WhatsApp. Melalui layanan ini, warga bisa mengakses informasi, mengajukan pertanyaan, dan mendapatkan panduan perawatan secara cepat.

“Tujuan kami adalah memastikan keluarga siap menjadi garda terdepan dalam perawatan pasien, bukan hanya mengandalkan fasilitas kesehatan,” jelas dr. Shahed Alam.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik program ini. Menurutnya, peran keluarga sering kali diremehkan padahal sangat vital dalam proses penyembuhan pasien.

“Keluarga yang teredukasi akan mampu memberikan perawatan yang benar di rumah, sehingga risiko komplikasi menurun, proses penyembuhan lebih cepat, dan angka kematian akibat penyakit dapat ditekan,” kata Bupati Ipuk, Rabu (13/8/2025).

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menegaskan bahwa CCP menjadi pelengkap strategis dalam sistem kesehatan daerah.

“Selain meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan, program ini juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan di rumah yang tepat,” ujar Amir.

Dengan keterlibatan aktif pemerintah daerah, dukungan Kementerian Kesehatan, serta pendekatan inovatif dari Noora Health, Banyuwangi berpotensi menjadi model nasional bahkan internasional dalam optimalisasi perawatan pasien berbasis keluarga. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
TPS3R Sumberrejo Resmi Beroperasi, Banyuwangi Pacu Gerakan Ekonomi Sirkular dan Kurangi Sampah ke TPA
Next Article
Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 3.150 Botol Arak Bali, Sopir dan Truk Diamankan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.