Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

TPS3R Sumberrejo Resmi Beroperasi, Banyuwangi Pacu Gerakan Ekonomi Sirkular dan Kurangi Sampah ke TPA

BANYUWANGI || Bratapos.com — Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Banyuwangi mendapat dorongan baru dengan diresmikannya Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi, Rabu (13/8/2025). 

Fasilitas ini menjadi pusat layanan terpadu (Pusat Latsar Sampah) pertama di wilayah tersebut, yang diharapkan mampu menekan volume sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi warga.

BACA JUGA : Tingkatkan Profesionalisme, KWI Gelar Seminar Pelatihan Jurnalistik Komunitas Wartawan Indonesia

Kepala Kelurahan Sumberrejo, Ndaru Tutus Priyo Handoko, S.STP., M.M., menjelaskan TPS3R akan mengelola sampah rumah tangga secara terpadu, dengan pemisahan dan pengolahan di tingkat awal.

“Sampah organik akan kami olah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang. Harapannya lingkungan lebih bersih, sehat, dan masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari pengelolaan ini,” ujar Ndaru.

Peresmian dihadiri Camat Banyuwangi Hartono, S.Sos., M.Si., perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi Agus, Danramil Banyuwangi Kapten Handoko, serta tokoh masyarakat setempat. 

Dalam rangkaian acara, digelar simulasi pemilahan sampah kepada warga dan penyerahan perlengkapan kerja, mulai dari keranjang pilah, timbangan, hingga mesin pencacah sampah organik.

Menurut perwakilan DLH, keberadaan TPS3R ini sejalan dengan target program nasional pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Kami menargetkan pengurangan timbulan sampah hingga 30 persen dan peningkatan daur ulang mencapai 70 persen pada tahun 2025. Partisipasi aktif warga adalah kunci keberhasilan,” tegas Agus.

Respon positif datang dari warga. Muhajir, warga Dusun Krajan, mengaku kini lebih mudah memilah sampah sejak adanya fasilitas ini.

“Kalau dipilah dari rumah, lingkungan lebih bersih dan sampah bisa dimanfaatkan lagi,” tuturnya.

Dengan beroperasinya TPS3R Sumberrejo, pemerintah setempat menegaskan komitmennya mewujudkan Banyuwangi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah tak lagi sekadar urusan kebersihan, tapi menjadi bagian dari gerakan ekonomi sirkular yang melibatkan masyarakat secara langsung. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Puluhan Ton Beras SPHP Ludes Diserbu Warga, Polresta Banyuwangi Gelar GPM di Puluhan Titik
Next Article
Atas Rekomendasi Menkes, Banyuwangi Jadi Role Model Nasional Program Perawatan Pasien Berbasis Keluarga

Related to this topic:

Be the first to write a comment.